Menuju konten utama

Profil Gunung Puntang Tempat Mahasiswa ITB Sempat Hilang 2 Hari

Mahasiswa ITB Arief Wibisono hilang 2 hari di Gunung Puntang, Bandung, akhirnya ditemukan selamat. Kenali profil dan medan kawasan wisata bersejarah ini.

Profil Gunung Puntang Tempat Mahasiswa ITB Sempat Hilang 2 Hari
Sejumlah anak bermain saat mengikuti kegiataan wisata alam di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hilangnya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono di kawasan Gunung Puntang pada Sabtu, 9 Mei sempat membuat masyarakat khawatir.

Mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan angkatan 2024 berusia 25 tahun itu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Bagaimana medan Gunung Puntang?

Arief dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas di kawasan Gunung Puntang. Setelah laporan kehilangan diterima, tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Operasi pencarian melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), kepolisian setempat, relawan pecinta alam, hingga warga sekitar kawasan Gunung Puntang.

Setelah dilakukan pencarian, Arief akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di kawasan Leuweung Malang oleh warga dan tim gabungan SAR. Informasi pertama mengenai penemuan tersebut beredar melalui media sosial dan kemudian dikonfirmasi oleh pihak ITB maupun kepolisian.

Kapolsek Pameungpeuk, Asep Dedi, menjelaskan bahwa Arief diduga keluar dari jalur awal pendakian yang dimulai dari Basecamp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Menurut keterangan aparat, lokasi penemuan Arief berjarak sekitar 8 kilometer dari titik awal pendakian. Diduga korban tersesat setelah keluar dari jalur resmi pendakian dan masuk ke area hutan yang cukup jauh dari lintasan utama.

Setelah ditemukan, Arief langsung dievakuasi menuju tempat aman untuk mendapatkan pertolongan pertama dan pemulihan kondisi fisik maupun mental.

Profil Gunung Puntang

Gunung Puntang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Bandung Selatan yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam pegunungan, udara sejuk, dan warisan sejarah kolonial yang sangat kuat.

Dikutip dari laman Mooi Lake House, Waysata, dan laman resmi Perhutani, Gunung Puntang berada di kawasan Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Gunung Puntang terletak di kaki rangkaian Pegunungan Malabar dengan ketinggian sekitar 1.290 meter di atas permukaan laut.

Kawasan ini dikenal sebagai unit bisnis ekowisata yang menghadirkan pengalaman menjelajahi alam sekaligus menelusuri jejak sejarah pemancar radio terbesar era Hindia Belanda di tengah hutan pegunungan yang asri.

Dikelilingi hutan pinus, sungai jernih, serta udara dingin khas pegunungan, Gunung Puntang menjadi tempat favorit bagi wisatawan, pecinta alam, komunitas sepeda gunung, pelajar, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin berkemah dan menikmati suasana alam jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Daya tarik utama Gunung Puntang tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga nilai historis yang melekat kuat di kawasan tersebut. Di area ini masih terdapat reruntuhan bangunan bersejarah bekas Stasiun Radio Malabar, pemancar radio raksasa yang dibangun pemerintah Hindia Belanda pada periode 1917–1929.

Pada masanya, stasiun radio ini merupakan salah satu pemancar terbesar di Asia Tenggara dan digunakan untuk menghubungkan komunikasi antara Hindia Belanda dengan Negeri Belanda di Eropa.

Sisa-sisa bangunan stasiun radio, kompleks perkantoran, hingga rumah dinas peninggalan kolonial kini menjadi objek wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan Goa Belanda yang menjadi salah satu saksi sejarah kolonialisme di kawasan tersebut.

Jejak-jejak sejarah ini menghadirkan suasana unik karena berpadu langsung dengan kemegahan alam pegunungan dan hutan tropis yang masih alami.

Sebagai destinasi ekowisata, Gunung Puntang menawarkan banyak aktivitas menarik bagi pengunjung. Wisatawan dapat melakukan susur sungai, mountain bike, hiking, camping, hingga pendakian menuju Puncak Mega yang merupakan titik tertinggi Gunung Puntang.

Jalur pendakiannya cukup menantang namun menyuguhkan pemandangan hutan dan pegunungan yang memukau. Kawasan ini juga populer sebagai bumi perkemahan yang sering digunakan oleh pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, organisasi pecinta alam, hingga perusahaan untuk kegiatan outdoor dan pelatihan.

Selain kawasan camping dan situs sejarah, Gunung Puntang juga memiliki sejumlah objek wisata alam lain seperti Curug Siliwangi, Kolam Cinta, serta penangkaran Owa Jawa.

Curug Siliwangi menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta petualangan karena lokasinya berada sekitar 3,5 kilometer dari area perkemahan dan harus ditempuh melalui jalur setapak yang cukup terjal di tengah hutan.

Dalam perjalanan menuju air terjun, pengunjung akan melewati sungai berbatu tanpa jembatan, pepohonan lebat, dan suasana hutan yang masih alami sehingga memberikan pengalaman trekking yang menantang sekaligus menyenangkan.

Gunung Puntang juga dikenal memiliki kisah legenda lokal yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan cerita turun-temurun, kawasan ini dipercaya pernah menjadi lokasi berdirinya Kerajaan Puntang, meski belum ada penelitian ilmiah yang memastikan keberadaannya.

Beberapa batu besar seperti Batu Korsi, Batu Kaca-Kaca, dan Batu Kompaan diyakini masyarakat sebagai peninggalan kerajaan tersebut. Cerita-cerita rakyat ini menambah nuansa mistis sekaligus daya tarik budaya bagi wisatawan yang tertarik mengeksplorasi sejarah dan mitologi lokal.

Baca juga artikel terkait PENDAKI HILANG atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra