tirto.id - Kapal hasil urunan masyarakat Indonesia kini telah berlayar menuju Gaza bersama armada Global Sumud Flotilla. Kapal-kapal yang diinisiasi melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) itu dilaporkan sudah berada di perairan internasional setelah sempat tertunda akibat cuaca buruk.
Informasi tersebut disampaikan oleh artis sekaligus aktivis Chiki Fawzi dan Ketua Dewan Pengarah GPCI, Maimon Herawati, yang rutin membagikan momen pelayaran kapal-kapal tersebut melalui akun media sosialnya. "Hari ini, Sabtu, kami sudah berada di lautan Mediterania," ujar Maimon dari Mother Boat, salah satu kapal induk dalam konvoi armada Global Sumud Flotilla.
Maimon, yang juga menjadi perwakilan Indonesia dalam Steering Committee Global Sumud Flotilla 2026, menjelaskan armada sempat kembali bersandar ke Barcelona setelah badai melanda perairan Spanyol beberapa hari setelah bertolak dari Dermaga Moll de la Fusta, Barcelona, pada Ahad (12/4/2026).

Dalam pelayaran ini, Indonesia menyumbang tiga kapal kemanusiaan untuk menjadi bagian dari konvoi laut Global Sumud Flotilla—yang bertujuan menembus blokade Israel dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Selain melalui jalur laut, sebagian peserta juga menempuh jalur darat untuk mendukung tujuan yang sama.
Pelepasan armada di Barcelona dihadiri ribuan aktivis internasional yang memberikan dukungan terhadap misi tersebut. Secara keseluruhan, konvoi ini melibatkan sekitar 1.000 relawan dari berbagai negara, yang terdiri dari aktivis kemanusiaan, organisasi masyarakat sipil, hingga tokoh publik.
Dari Indonesia, selain Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, ada tiga delegasi lainnya—Muhammad Husein, Syafawi, dan Sugandhi—yang bergerak melalui jalur darat.
Global Sumud Flotilla menjadi salah satu aksi solidaritas internasional yang berupaya menarik perhatian dunia terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza, di tengah pembatasan akses bantuan oleh Israel. Gerakan ini mulai mendapat sorotan luas sejak misi perdananya tahun lalu, termasuk setelah salah satu kapal yang membawa aktivis internasional dicegat oleh militer Israel.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































