tirto.id - Daftar pemain yang status kewarganegaraannya dipermasalahkan di Liga Belanda bertambah. KNVB mencatat 25 pemain putra maupun putri yang memegang paspor di luar negara Uni Eropa (non-EU), belum mendaftarkan izin tinggal sebagai warga negara asing setelah melepas status kewarganegaraan Belanda.
Situasi itu membuat sejumlah pemain belum bisa memperkuat klubnya masing-masing saat Liga Belanda 2025/2026 kembali bergulir mulai Sabtu, 4 April 2026. Di antaranya adalah pemain diaspora Indonesia, Suriname, Curacao, Cape Verde hingga pemain sepak bola wanita.
Para pemain yang status kewarganegaraannya dipermasalahkan masih menunggu keputusan dari KNVB dan otoritas imigrasi Belanda. Pasalnya, para pemain yang dipermasalahkan bukan hanya menyalahi regulasi liga, tetapi juga izin tinggal dan izin kerja sebagai warga negara non-EU.
Mengapa Pemain-Pemain Diaspora Dianggap Melanggar Aturan?
Masalah paspor pemain di Liga Belanda bermula dari laporan NAC Breda yang mengklaim Dean James (Go Ahead Eagles), statusnya tidak sah. Hal itu terjadi setelah Go Ahead Eagles berhasil menang 6-0 atas NAC dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026.
Pihak NAC mengklaim Go Ahead Eagles menurunkan pemain yang tidak sah dalam laga tersebut. Pasalnya, Dean James yang berstatus warga negara Indonesia melalui proses naturalisasi masih didaftarkan sebagai pemain EU oleh Go Ahead Eagles.
Padahal, sesuai regulasi Liga Belanda, Dean James seharusnya dihitung sebagai pemain non-EU dengan hak serta kewajiban yang berbeda dengan pemain Belanda. Salah satunya adalah izin kerja dan izin tinggal Dean James, yang masih sebagai pemain Belanda.
Bagi pemain non-EU yang bermain di Liga Belanda harus mengajukan izin kerja dan izin tinggal khusus agar bisa bekerja atau bermain sepak bola di Belanda. Karenanya, masalah Dean James bukan sekadar regulasi liga, tetapi juga melanggar aturan warga negara asing yang masuk dan tinggal di Belanda.
Situasinya kemudian menjadi rumit karena bukan hanya Dean James saja yang statusnya bermasalah. Berdasarkan penyelidikan sementara dari KNVB dan otoritas imigrasi Belanda, terdapat 25 pemain di Liga Belanda baik putra maupun putri yang memiliki kasus serupa Dean James.
Apa Dampak Status Kewarganegaraan bagi Klub di Liga Belanda?
Berdasarkan aturan liga, tidak ada dampak signifikan bagi pemain jika melanggar status kewarganegaraan. Namun, dalam kasus paspor pemain di Liga Belanda kali ini cukup rumit karena berkaitan dengan pencatatan imigrasi.
Apabila terbukti dengan sengaja melanggar aturan kewarganegaraan untuk mengakali izin kerja dan izin tinggal, seorang pemain dapat dideportasi ke negara asalnya (negara resmi terdaftar).
Namun, dalam kasus Dean James dan pemain diaspora lain di Liga Belanda, kesalahan dianggap dilakukan oleh klub. Oleh sebab itu, KNVB masih melakukan investigasi untuk memberikan sanksi kepada klub-klub terkait atau memberi pengecualian.
Kendati KNVB tidak memberikan sanksi terhadap klub, dampak perubahan paspor pemain bakal merugikan keuangan mereka. Pasalnya, pemain dengan status non-EU harus digaji minimal 400 ribu Euro per tahun.
Go Ahead Eagles pun menjadi tim yang paling terdampak karena terdapat 2 pemainnya yang semula berstatus Uni Eropa, berubah menjadi non-EU. Selain Dean James, ada juga Richonell Margaret yang pindah kewarganegaraan Suriname.
Berdasarkan data transfermarket, Dean James menerima gaji 142 ribu Euro per tahun, sedangkan Margaret menerima 105 ribu Euro. Jika keduanya dinyatakan sebagai pemain non-EU, Go Ahead Eagles harus menaikkan gaji mereka 3-4 kali lipat.
Bukan hanya Go Ahead Eagles, klub-klub Liga Belanda lainnya juga terdampak secara finansial jika pemain-pemain berpindah status dari EU ke non-EU. Berikut ini adalah daftar pemain yang status paspornya dipermasalahkan.
- Dean James (Go Ahead Eagles/Indonesia)
- Justin Hubner (Fortuna Sittard/Indonesia)
- Nathan Tjoe-A-On (Willem II/Indonesia)
- Tim Geypens (FC Emmen/Indonesia)
- Etienne Vaessen (FC Groningen/Suriname)
- Richonell Margaret (Go Ahead Eagles/Suriname)
- Tjaronn Chery (NEC Nijmegen/Suriname)
- Ayoni Santos (Sparta Rotterdam/Cape Verde)
- Jamiro Monteiro (PEC Zwolle/Cape Verde)
- Ilano Silva Timas (MVV Maastricht/Cape Verde)
*Para pemain yang stastus kewarganegaraannya dalam peninjuan dibekukan sementara dari aktivitas klub, sehingga tidak boleh mengikuti latihan maupun pertandingan resmi.
*Pemain yang pindah kewarganegaraan dari Belanda ke negara non-EU, tetapi namanya tidak masuk dalam daftar di atas masih bisa mengikuti aktivitas bersama klub. Salah satunya adalah Maarten Paes (Ajax Amsterdam) yang sejak awal didaftarkan klubnya sebagai pemain non-EU.
*Untuk sepak bola putri, KNVB masih mengizinkan pemain dalam investigasi status paspornya tetap beraktivitas bersama klubnya secara normal.
*KBVB menyebut ada 25 pemain yang berada dalam penyelidikan status kewarganegaraan.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































