Menuju konten utama

2 Kereta dari Semarang Dibatalkan Imbas KA Bangunkarta Anjlok

Juga terjadi perubahan pola operasi perjalanan KA akibat peristiwa tersebut, yakni rute memutar sejumlah kereta jalur selatan.

2 Kereta dari Semarang Dibatalkan Imbas KA Bangunkarta Anjlok
Ilustrasi - Rangkaian kereta api. ANTARA/HO-KAI.

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di Daop 4 membatalkan perjalanan dua kereta api (KA) akibat anjloknnya KA Bangunkarta di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin.

"Dua perjalanan KA dibatalkan, masing-masing KA Kamandaka relasi Semarang-Purwokerto dan KA Joglosemarkerto relasi Semarang-Solo," kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif di Semarang, mengutip Antara, Senin (6/4/2026).

Selain pembatalan, lanjut dia, terdapat pula perubahan pola operasi perjalanan KA akibat peristiwa tersebut, yakni rute memutar sejumlah kereta jalur selatan.

Menurut dia, untuk saat ini terdapat 13 perjalanan KA jalur selatan yang rutenya diputar melalui jalur utara.

Kereta-kereta yang perjalanannya harus memutar di jalur utara tersebut di antaranya KA Joko Tingkir, KA Manahan, KA Gaya Baru Malam, KA Taksaka, KA Bima, KA Argo Dwipangga, KA Jayakarta, KA Gajayana, serta KA Senja Utama.

PT KAI, lanjut dia, berkomitmen memberi pelayanan terhadap pelanggan yang keretanya batal diberangkatkan melalui pengembalian dana pembelian tiket. Selain itu, perusahaan BUMN itu juga berkomitmen memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA, salah satunya dengan perubahan rute perjalanan melalui jalur utara.

Ia menjelaskan seluruh petugas pengatur perjalanan KA serta penjaga perlintasan sebidang telah diminta untuk mengantisipasi dampak perubahan pola operasi tersebut.

KA Bangunkarta rute Jombang-Pasar Senen anjlok di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin, sekitar pukul 14.15 WIB.

PT KAI melakukan rekayasa pola operasi perjalanan KA akibat peristiwa tersebut.

Baca juga artikel terkait PT KERETA API

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama