Menuju konten utama

15 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

Kebakaran diduga dipicu cuaca panas ekstrem yang memantik gas metana dari timbunan sampah.

15 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang yang terbakar 15 warga mengungsi. Foto / Rhomi Ramdani
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hebat melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga Rabu (1/7/2026), api masih berkobar dan belum berhasil dipadamkan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tangerang, kebakaran diduga dipicu cuaca panas ekstrem yang memantik gas metana dari timbunan sampah.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun menghasilkan gas metana yang mudah terbakar ketika suhu meningkat.

"Tumpukan sampah itu sudah bertahun-tahun mengandung gas metana. Apabila cuaca sangat panas, gas tersebut bisa memicu kebakaran," ujar Taufik di lokasi.

Untuk menangani kebakaran, BPBD mengerahkan 10 unit mobil pemadam dan 45 personel. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, seperti embusan angin yang membuat api cepat merambat, medan berupa timbunan sampah yang menyerupai bukit sehingga sulit dijangkau kendaraan pemadam, serta asap pekat yang menghambat jarak pandang petugas.

"Suplai air tidak menjadi kendala. Yang menjadi kesulitan adalah medan karena tumpukan sampah seperti gunung sehingga mobil kami tidak bisa menjangkau titik api," jelasnya.

Karena kondisi tersebut, BPBD membuka peluang meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun BPBD dari daerah sekitar apabila situasi mengharuskannya.

"Kemungkinan kami akan meminta bantuan. Namun untuk saat ini armada sebenarnya sudah cukup, hanya medannya yang memang sulit," katanya.

Luas Kebakaran Capai 5 Hektare

Laporan BPBD Kabupaten Tangerang, luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hingga 5 hektare. Petugas masih terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain.

"Kurang lenih bersama Pak Kadis LH, luas area yang terbakar sekitar 4 sampai 5 hektare. Sampai saat ini petugas terus berupaya memadamkan api," ujar Taufik.

Dalam proses pemadaman, personel dibagi ke beberapa titik dan bekerja secara bergantian untuk menjaga kondisi fisik di tengah paparan asap pekat. Seluruh petugas juga dibekali pakaian tahan panas dan masker khusus.

"Walaupun kondisinya sulit, teman-teman terus berupaya memadamkan api. Mereka bekerja secara bergantian karena asap sangat pekat," ujarnya.

15 Warga Dievakuasi

Selain memadamkan api, BPBD mengevakuasi 15 warga ke Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, akibat terdampak asap kebakaran. Warga yang dievakuasi didominasi ibu hamil, ibu dengan balita, dan anak-anak.

"Yang terdampak asap rata-rata ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kami evakuasi ke kantor desa sebagai lokasi yang lebih aman," kata Taufik.

Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Sementara itu, BPBD juga mengupayakan bantuan helikopter dari BNPB guna melakukan pemadaman melalui metode water bombing karena sebagian titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau dari darat.

"Tumpukan sampah yang menyerupai gunung menjadi kendala utama. Selang sudah cukup panjang, tetapi asap yang sangat pekat membuat petugas kesulitan menjangkau titik api," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi hingga Rabu 1 Juni 2026, kobaran api masih terlihat di sejumlah titik disertai kepulan asap tebal. Petugas terus melakukan upaya pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Fadrik Aziz Firdausi