tirto.id - Kepulan asap tebal masih menggelayut di langit Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/6/2026). Beberapa jam sebelumnya, kobaran api diiringi ledakan dahsyat—menerbangkan tong-tong saat melumat pabrik karet PT Murni Karetindo Lestari di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad.
Warga sekitar sempat diselimuti kepanikan saat bunyi ledakan terdengar dari area pabrik yang dilalap jago merah.
Ahmad Nasrul—yang tinggal 200 meter dari area pabrik, bersaksi melihat kobaran api menjulang tinggi dari kediamannya. Ia mengaku kebakaran api melumat pabrik itu pada pukul 22.00 WIB, Minggu (21/6/2026) malam.
Bagi Ahmad, insiden ini menjadi kebakaran terbesar yang pernah terjadi sejak pabrik itu beroperasi. Ia bahkan sempat mendengar bunyi ledakan saat kebakaran terjadi.
"Sekitar jam 10 malam. Gede banget, selama Swallow berdiri baru kali ini kebakarannya sebesar ini. Ada ledakan, tong pada terbang," kata Ahmad.
Menurut kesaksian Ahmad, ledakan juga kembali terdengar sebanyak dua kali sekitar pukul 00.30 WIB. "Setengah satuan. Dua kali kurang lebih," katanya.
Namun, Ahmad mengaku belum mengetahui apakah terdapat korban jiwa maupun warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran. Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar lokasi, tetapi juga memengaruhi aktivitas industri di kawasan tersebut.
Ahmad mengatakan perusahaan tempatnya bekerja menghentikan sementara kegiatan operasional dan meliburkan para pekerja karena kondisi di sekitar lokasi belum sepenuhnya aman. "Yang dekat rumah saya. Saya saja diliburkan hari ini," ujarnya.
Harapan Ahmad, peristiwa serupa tidak kembali terjadi mengingat kawasan industri tersebut menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak warga. "Mudah-mudahan ini yang terakhir kejadiannya, karena ini salah satu mata pencaharian. Biar dapur saya tetap ngebul," tuturnya.
BPBD Tambah Teepol untuk Percepat Pemadaman
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menerapkan strategi khusus untuk mempercepat pemadaman kebakaran yang melanda pabrik karet tersebut.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan material yang terbakar dalam jumlah besar membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara cepat menggunakan air biasa. Karena itu, petugas menambahkan campuran teepol untuk menghasilkan busa yang dinilai lebih efektif menekan titik api.
"Saya baru saja dari lokasi kebakaran untuk memantau langsung kondisi terkini di lapangan, bahan pabrik yang terbakar memang dalam jumlah cukup banyak yang agak sulit dipadamkan dalam waktu cepat," kata Mahdiar.
"Oleh karenanya, kami tadi mencari opsi lain dengan menambahkan kandungan teepol selain air untuk memastikan efektivitas penanganan bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan," lanjutnya.
Mahdiar menjelaskan kebutuhan air untuk pemadaman saat ini masih dapat terpenuhi. Sejumlah armada pengangkut air dari BPBD Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, dan Perumda Tirta Benteng disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman.
"Kami terus bergerak untuk memastikan suplai air yang dibutuhkan tidak ada lagi hambatan, posisi suplai air sekarang sudah aman meski pada pagi tadi proses penanganan sempat terganggu karena sumber air dari perusahaan mulai agak kering," ujarnya.
Menurut Mahdiar, sekitar 90 personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pelokalisiran guna mencegah api merambat ke kawasan permukiman yang berada di sekitar pabrik.

Petugas juga melakukan pendinginan dan pengamanan terhadap tangki berkapasitas 20.000 liter serta puluhan drum berisi bahan kimia guna menghindari potensi ledakan susulan.
"Penanganan kita fokuskan memutus rambatan, dan pengamanan tangki kimia kapasitas 20.000 liter dan puluhan drum agar tidak terjadi ledakan," kata Mahdiar.
Hingga Senin sore, proses pemadaman masih berlangsung. BPBD belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan.
"Kami masih fokus pemadaman dan belum juga diketahui apa penyebab dari kebakaran ini," ujarnya.
Warga Diimbau Gunakan Masker, Posko Pengungsian Dibuka
Di tengah kepulan asap yang masih membumbung dari area pabrik lebih dari 12 jam setelah kebakaran terjadi, pemerintah setempat membuka posko pengungsian dan mengimbau warga menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Wati, mengatakan pihak kelurahan bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah mendistribusikan masker kepada warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
"Kita sudah antisipasi dengan membuka posko pengungsian untuk para warga dan kita juga telah memberikan masker kepada warga terkait pernapasan," kata Dewi.
Selain itu, pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak akibat kebakaran pabrik tersebut.
Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih berupaya menuntaskan proses pemadaman sekaligus mendata dampak kebakaran yang terjadi di kawasan industri Cipondoh, Kota Tangerang. Penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian masih dalam proses penyelidikan.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






























