Menuju konten utama

Kebakaran Kemayoran Diduga Akibat Korsleting, 250 Bangunan Ludes

Polisi menduga kebakaran Kemayoran dipicu korsleting listrik. Sebanyak 250 bangunan terbakar, 300 KK terdampak, dan tiga warga luka-luka.

Kebakaran Kemayoran Diduga Akibat Korsleting, 250 Bangunan Ludes
Suasana saat api besar melalap pemukiman padat penduduk di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Dokumentasi Polres Jakpus.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polisi mengungkap dugaan sementara kebakaran yang terjadi di belakang Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, tadi malam Senin (1/6/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar 250 bangunan semi permanen ludes dilalap si jago merah.

“Kami menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan,” ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Menurut Reynold, tim pemadam kebakaran telah mengerahkan lebih dari 25 unit mobil untuk menaklukkan si jago merah dan pendinginan.

Kebakaran hebat itu, kata dia, memang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, di mana api diduga pertama kali muncul dari dua rumah warga sebelum akhirnya membesar dan merembet ke bangunan lain.

Reynold mengatakan, saat mendapatkan informasi dari warga, pihaknya langsung mengerahkan ratusan personel gabungan untuk membantu penanganan kebakaran dan evakuasi warga.

Sekitar 200 personel kepolisian diterjunkan untuk membantu warga menyelamatkan barang-barang miliknya sekaligus melakukan pengamanan di sekitar lokasi kebakaran.

Kebakaran Pemukiman Kemayoran Jakpus

Suasana saat api besar melalap pemukiman padat penduduk di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam. Foto/Dok.Polres Jakpus.

“Sejak tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan Sat Brimob Polda Metro Jaya dan akan disediakan dapur lapangan sejak dini hari. Pagi ini dapur lapangan sudah disiapkan untuk membantu kebutuhan warga terdampak kebakaran,” tutur Reynold.

Ditambahkan Reynold, kepolisian bersama unsur terkait juga mendirikan tenda pengungsian di kawasan Kebon Kosong bagi warga yang terdampak kebakaran. Berdasarkan data sementara, sekitar 300 kepala keluarga dengan total kurang lebih 500 jiwa terdampak dalam kebakaran tersebut.

“Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dua korban bernama Puput dan Dika menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran, sementara satu korban lainnya, Suparno, dirujuk ke RSCM,” ungkap Reynold.

Saksi bernama Darni selaku pengurus RW 04 mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah warga di belakang kediamannya.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga APAR milik sekretariat RW, namun si jago merah dengan cepat membesar.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Dipna Videlia Putsanra