Menuju konten utama

10 Tips Mengolah Lemak Daging Kurban Agar Tak Mubazir

Tips mengolah lemak daging kurban agar tidak mubazir, sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Apa saja? Berikut Tirto merangkumnya untuk Anda.

10 Tips Mengolah Lemak Daging Kurban Agar Tak Mubazir
Ilustrasi lemak daging sapi. (FOTO/iStockphoto)

tirto.id - Lemak daging kurban di hari Raya Idul Adha kerap mubazir atau terbuang percuma.

Padahal, lemak daging kurban dapat diolah menjadi beef tallow yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan.

Beef tallow adalah lemak yang dibuat dari sapi, sering kali berasal dari suet, yang merupakan lemak keras dan jenuh yang ditemukan di sekitar ginjal sapi jantan.

Dilansir laman US Wellness Meats,beef tallow dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk menggoreng makanan, membuat lilin, membuat produk kulit, pelumas industri , untuk biodiesel, obat-obatan, bahkan pelumas senapan, dan masih banyak lagi.

Beef tallow memiliki titik asap tinggi yang bagus untuk memasak dengan panas tinggi seperti menggoreng.

Memasak menggunakan beef tallow akan memberikan rasa daging sapi yang ringan. Teksturnya lembut mirip dengan mentega atau minyak kelapa.

Satu sendok makan beef tallow mengandung 115 kalori, 13 gram lemak, 6,5 gram lemak jenuh, dan 14mg kolesterol. Tidak ada serat makanan, gula, atau protein.

Tips Mengolah Lemak Daging Agar Tidak Mubazir

Saat perayaan Hari Raya Kurban atau Hari Raya Idul Adha hampir bisa dipastikan bahwa setiap rumah mendapatkan pembagian daging kurban.

Umumnya, saat mengolah makanan berbahan dasar daging, lemak daging adalah hal yang selalu dihindari, tak jarang lemak dalam jumlah banyak dibuang begitu saja dan menjadi mubazir.

Alih-alih lemak terbuang begitu saja, karenanya diperlukan tips mengolah lemak daging kurban agar tidak mubazir, salah satunya adalah dengan mengubahnya menjadi beef tallow.

Peralatan yang dibutuhkan adalah pisau bersih, wadah bersih, panci masak, saringan media bersih, dan toples kaca. Berikut ini adalah cara membuat beef tallow dilansir laman Virginia Boys Kitchens.

1. Asah Pisau

Untuk mendapatkan potongan lemak dengan mudah, asah pisau, semakin tajam pisau, semakin mudah untuk memotong lemak.

2. Dinginkan lemak

Lemak yang paling banyak dipilih biasanya pada bagian sanding lamur. Dinginkan lemak dalam lemari es, cara ini dilakukan agar lemak mudah dipotong.

3. Potong lemak di dalam wadah

Setelah mengasah pisau mulailah memangkas lemaknya. Potong kecil-kecil dan pastikan semua lemak dari daging terangakt. Jangan khawatir jika masih ada sisa daging pada potongan lemak.

4. Potong lemak menjadi bagian kecil

Setelah membersihkan semua lemak yang menempel pada daging, Potong atau giling menjadi potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membuat langkah berikutnya menjadi lebih mudah.

5. Masukkan potongan lemak ke dalam panci

Setelah memotong/menggiling lemak menjadi potongan-potongan kecil, masukkan semuanya ke dalam panci dan tambahkan air. Empat sampai lima cangkir sudah cukup.

6. Masak hingga mendidih

Letakkan panci masak di atas kompor dan nyalakan. Setelah mendidihkannya, tambahkan satu sendok makan garam. Aduk bumbu hingga merata lalu kecilkan api kompor.

7. Didihkan selama beberapa jam

Setelah mengurangi panas kompor, biarkan campuran mendidih selama beberapa jam ke depan. Aduk sesekali untuk memastikan lemak tidak menempel di panci masak saat airnya menghilang (menguap).

8. Perhatikan perubahan warna

Saat campuran lemak mendidih dan menyusut, warnanya akan berubah menjadi lebih transparan. Inilah yang harus diperhatikan. Setelah hal itu terjadi, berarti lemak sudah matang.

9. Saring minyak

Pada tahap ini, yang perlu dilakukan adalah menyaring minyak. Gunakan kain katun tipis, saringan kopi, atau saringan media untuk menyaring lemak.

Lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai diri sendiri karena terkena minyak panas.

10. Beef tallow siap digunakan

Menyaring lemak biasanya membutuhkan sedikit waktu. Namun setelah selesai, beef tallow sudah siap digunakan atau disimpan.

Simpan dalam stoples kaca tertutup untuk memastikan masa simpannya lebih lama.

Baca juga artikel terkait DAGING KURBAN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Gaya hidup
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dhita Koesno