tirto.id - Platform live streaming Piala Dunia 2026 palsu dilaporkan telah menjadi modus penipuan siber terbaru. Jika terjerat modus ini, penjahat siber dapat mengincar data diri korban hingga uang di rekening bank mereka.
Perusahaan jasa keamanan siber, Kaspersky, baru-baru ini merilis temuan tentang banyaknya situs live streaming palsu yang beroperasi dalam momen Piala Dunia 2026. Perusahaan itu menyebut sejauh ini mereka telah mengidentifikasi 336 situs web palsu untuk modus penipuan ini.
“Para penggemar yang sangat ingin menonton tim favorit mereka secara langsung berisiko kehilangan bukan hanya uang mereka, tetapi juga data pribadi mereka, yang kemudian dapat digunakan peretas sebagai senjata dalam serangan phishing,” tulis Kaspersky pada Kamis (18/6).
Menurut perusahaan itu, para penjahat siber kini telah berusaha untuk membuat laman web palsu dengan tampilan yang lebih menjanjikan. Tak hanya itu, mereka juga telah berupaya menjadikannya mirip dengan aslinya.
Ada beberapa modus yang telah diidentifikasi Kaspersky. Pertama adalah situs web yang menjanjikan akses ke pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis.
Klaim gratis itu kemudian sirna begitu pengguna internet mengklik tombol “Tonton Sekarang”. Mereka akan dialihkan ke halaman pembayaran “akses seumur hidup” ke seluruh turnamen. Mekanisme pembayaran ini merupakan kedok untuk mengambil data diri korban.
Modus kedua yang ditemukan Kaspersky adalah modus laman web judi. Penjahat siber menggunakan laman web judi palsu yang tampak menjanjikan. Namun, proses pendaftaran akunnya hanyalah modus untuk mengambil data diri korban.
Kemudian, modus ketiga adalah melalui situs web merchandise palsu. Para penjahat membuat situs pembelian aksesoris Piala Dunia 2026 dengan embel-embel diskon yang fantastis antara 50 hingga 70 persen. Padahal situs itu sepenuhnya bodong.
“Dengan bantuan AI, situs web palsu sekarang terlihat sama profesionalnya dengan situs web asli, sehingga lebih sulit untuk dikenali,” tulis Kaspersky.
Cara Menghindari Jebakan Live Streaming Piala Dunia 2026 Palsu
Agar tidak jadi korban jebakan live streaming Piala Dunia palsu, ada sejumlah cara yang bisa diterapkan. Pada prinsipnya, langkah-langkah ini bertujuan untuk mencegah kita sembarangan mengakses tautan atau link di internet.
Cara yang pertama adalah dengan menonton laga Piala Dunia 2026 melalui layanan streaming resmi. Di Indonesia, hak siar laga Piala Dunia 2026 dipegang oleh TVRI. Oleh karenanya, masyarakat di Indonesia dapat mengakses laga di ajang empat tahunan ini melalui stasiun televisi milik negara itu, termasuk melalui live streaming TVRI Sport Piala Dunia 2026 yang resmi.
Cara kedua adalah berbelanja secara cerdas. Banyak penjahat siber memanfaatkan demam Piala Dunia untuk menipu korbannya lewat penawaran belanja online yang menjebak. Bersikap kritislah pada website belanja yang tidak resmi dan memiliki penawaran yang jauh lebih besar dari biasanya.
Kiat ketiga adalah jangan mengeklik link mencurigakan. Para penjahat siber kerap menggunakan tautan berbahaya yang dibungkus penawaran yang menarik. Hal ini juga termasuk untuk lebih berhati-hati dalam mendaftar akun di sebuah platform.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































