tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, meminta seluruh risiko di Sekolah Rakyat diantisipasi dengan proaktif, dan setiap masalah diselesaikan secara komprehensif.
Agus Jabo menyatakan hal itu dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat di Kantor Sentra Terpadu Inten Suweno, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (10/12/2025).
Menurut Agus Jabo, dalam konteks pengawasan dan pengendalian operasional, gugus tugas harus mampu menjamin kualitas proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat beserta unsur-unsur pendukungnya.
"Kita harus memastikan sebagai gugus tugas pengawasan dan pengendalian Sekolah Rakyat, proses belajar-mengajarnya beserta faktor-faktor, unsur-unsur pendukungnya harus clear, harus berkualitas. Supaya anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat ini juga berkualitas, secara intelektual, secara moral," kata Agus Jabo.
Dia mengingatkan, Sekolah Rakyat hadir sebagai sarana bagi anak-anak keluarga miskin dan miskin ekstrem agar bisa mentas dari kemiskinan antargenerasi.
"Jadi tugas kita itu kemudian menjadikan jembatan ini, yang akan mengantarkan mereka itu betul-betul kokoh dan kuat. Kesuksesan dari Sekolah Rakyat, ke depannya itu bukan hanya banyaknya lulusan, bukan banyak yang direkrut. Tapi setelah lulus anak-anak ini bisa menggraduasi dirinya dan keluarganya atau tidak," ujar dia.
Dalam rakor tersebut, Wamensos Agus Jabo menyampaikan sejumlah arahan utama terkait pengendalian operasional Sekolah Rakyat yang mesti diperhatikan oleh masing-masing unit kerja.
Pertama, dia meminta semua masalah dan kendala di Sekolah Rakyat diselesaikan dengan cara profesional. Agus Jabo menekankan, tidak boleh ada kelalaian dalam hal ini.
"Penyelesaian masalah harus tepat waktu, tepat sasaran, tepat prosedur, sehingga masalah tidak berulang-ulang," ujar dia.
Selanjutnya, setiap laporan pengendalian operasional mesti dipertanggungjawabkan dengan bukti yang kuat.
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos sudah menyediakan Aplikasi Setara (Sistem Evaluasi Terpadu Sekolah Rakyat) buat menampung semua pengaduan dari Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Hingga kini, sudah ada 4.001 pengaduan yang masuk aplikasi ini.
"Jadi, yang masuk ke [aplikasi] Setara itu harus mencerminkan kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan," ucap Agus Jabo.
Ketiga, Agus Jabo berpesan agar gugus tugas secara proaktif mengantisipasi berbagai risiko permasalahan yang berpotensi terjadi pada murid, sarana prasarana, tenaga pendidik, serta lain sebagainya. Dia juga meminta penyelesaian setiap masalah dilakukan menyeluruh agar tak terjadi berulang.
"Kita harus menjadikan beberapa bulan lagi, sebagai pengalaman kita untuk kemudian mengelola Sekolah Rakyat permanen di tahun depan," tambah Agus Jabo.
Agus Jabo menegaskan, diperlukan integritas dalam pengendalian operasional di Sekolah Rakyat agar tidak terjadi konflik kepentingan dan berbagai macam penyimpangan lainnya.
"Saya minta seluruh pejabat dan petugas pelaksana memegang teguh etika pelayanan publik, ingat integritas adalah pondasi perlindungan sosial," kata dia.
Rakor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Sosial (Kemensos). Di antara mereka ada Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan Pemberdayaan Manusia dan Program Fuji Abdul Rohman, Inspektur Bidang Penunjang Kemensos S. Hartanto, dan jajaran pejabat lainnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































