tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menerima kunjungan perwakilan Yayasan Vasiatii Socaning Lokika dan warga Desa Pagerejo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah di Kantor Kementerian Sosial, Senin (6/4/2026).
Kedatangan mereka bertujuan mendorong penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Hamengku Buwono (HB) II. Aspirasi itu disambut baik oleh Wamensos Agus Jabo. Ia mendukung upaya menghargai perjuangan para tokoh bangsa lewat penganugerahan gelar pahlawan nasional.
“Sebagai aparatur negara, saya mendukung siapa pun yang akan mengusulkan para pejuang, tokoh-tokoh bangsa untuk menjadi pahlawan nasional,” kata Agus Jabo.
Kendati memberi dukungan, Wamensos meluruskan bahwa Kementerian Sosial tak memiliki kewenangan untuk menentukan gelar pahlawan nasional. Terdapat jalur prosedural yang mesti ditempuh secara berjenjang untuk pengusulan gelar pahlawan nasional.
Tahapan itu mulai dari pengusulan di tingkat daerah, verifikasi Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), pengajuan ke Dewan Gelar usai seluruh persyaratan terpenuhi, dan pengesahan oleh Presiden.
“Finalisasi seseorang atau tokoh bangsa menjadi pahlawan nasional nanti ditentukan oleh Dewan Gelar, tetapi prosedurnya mulai dari kota/kabupaten, [hingga] provinsi,” jelasnya.
Ketua Yayasan Vasiatii Socaning Lokika, Fajar Bagus Putranto, memastikan bahwa proses di tingkat daerah sudah berjalan. Warga Desa Pagerejo telah memulai pengajuan usulan sejak awal 2024, sementara naskah akademik diserahkan kepada Bupati Wonosobo pada April 2026.
“Tahapan pengusulan calon pahlawan nasional telah dilaksanakan di desa kami pada 30 Januari 2024,” kata Fajar yang berharap proses itu segera bergulir ke tahap selanjutnya.
Gelar Pahlawan Nasional menjadi salah satu bentuk penghormatan tertinggi bagi mereka yang telah mendedikasikan hidup demi bangsa dan negara.
Namun, bagi Wamensos, menghargai perjuangan para pahlawan tidak terbatas pada gelar, melainkan sejauh mana bangsa ini sanggup merawat persatuan dan meneruskan warisan perjuangan.
“Bukan semata tentang gelar, tapi kita juga harus melanjutkan perjuangan para tokoh bangsa. Di saat dunia sedang mengalami pergolakan, pertengkaran, perselisihan, saya sangat berharap kita kembali memiliki jati diri bangsa,” ujar Agus Jabo.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































