Menuju konten utama

Wamensos Dorong Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Sumba Timur

Wamensos Agus Jabo berharap Sekolah Rakyat permanen segera dibangun di Sumba Timur yang masuk wilayah 3T dengan angka kemiskinan tinggi.

Wamensos Dorong Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Sumba Timur
Wamensos Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (19/8/2026). foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), segera direalisasikan. Menurutnya, pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi perlu menjadi prioritas.

Harapan tersebut disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta pada Rabu (19/8/2026).

Sumba Timur sebelumnya telah mengajukan lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Lahan tersebut telah disurvei Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan dinyatakan memenuhi syarat.

Namun, masih terdapat dua persyaratan yang perlu dipenuhi, yakni dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan pelebaran akses jalan.

“Jadi saya berharap betul Sumba Timur bisa, karena Sumba Barat sudah masuk ini, ya Sumba Timur bisa ikut. Kalau kemudian tadi syaratnya masih kurang dua, satu pelebaran jalan sama satunya PKKPR itu beres, ya sudah,” kata Agus Jabo merujuk keterangan resmi pada Kamis (20/8/2026).

Menanggapi hal tersebut, Umbu Lili menyatakan kesiapannya untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan, termasuk pelebaran akses jalan menuju lokasi pembangunan.

“Kalau jalan sebetulnya sudah ada, lebar standar jalan daerah saja, mungkin sekitar 4 meter yang sudah pengerasan, itu mulai langsung di tepi jalan itu. Kalau terkait dengan komitmen untuk meningkatkan kondisinya, nanti kami akan lebaran,” kata Umbu.

Menurut Umbu, lokasi lahan yang diajukan cukup strategis karena telah dilintasi aliran air bersih dan jaringan listrik. Dengan demikian, kebutuhan air dan listrik untuk Sekolah Rakyat nantinya dinilai tidak akan menjadi kendala.

Dia mengatakan angka kemiskinan di Sumba Timur masih tergolong tinggi, yakni sekitar 25 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem mencapai 18 persen. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.

“Kami salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T, salah satu kabupaten di NTT dari 22 kabupaten. Kategori 3T ini memang sesuatu yang masih kami upayakan di daerah supaya paling tidak angka-angka perbaikan di tingkat masyarakat juga bisa kita optimalkan,” ujarnya.

Umbu juga mengapresiasi Kemensos yang selama ini menyalurkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat di Sumba Timur.

“Program-program Kementerian Sosial memang menyentuh sekali, terutama berkaitan dengan bansos, berkaitan dengan PKH, betul-betul membantu. Kami tidak hanya sekedar menyalurkan, kami juga memantau masyarakat penerima ini memanfaatkan dengan benar,” kata Umbu.

Agus Jabo mengatakan pengentasan kemiskinan menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo Subianto. Program Sekolah Rakyat, kata dia, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut.

“Nah, Sekolah Rakyat itu dibuat dalam rangka pengentasan kemiskinan, jadi Pak Presiden ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi,” ujar Agus Jabo.

Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program tersebut tidak menggunakan mekanisme pendaftaran, melainkan menjangkau calon peserta didik berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Jadi kan sekarang kita sudah punya data tunggal, dari data tunggal itu kemudian kita bentuk tim, tim itu yang kemudian akan ground check,” pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis