tirto.id - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) ikut mengawal tiga mandat utama Presiden, yakni Digitalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat (SR), serta Bantuan Sosial Tepat Sasaran.
Ajakan tersebut disampaikan Agus Jabo dalam pertemuan bersama sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Ormas Pemuda, di antaranya Gerakan Pemuda Islam (GPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (14/10/2025).
Dalam forum tersebut, Agus Jabo menyampaikan apresiasi atas komitmen dan pandangan para perwakilan organisasi yang berperan aktif memperkuat pelaksanaan program prioritas pemerintah.
“Terima kasih atas masukannya. Ini narasi besar, agenda besar, dan bangsa ini bisa bangkit karena mempertahankan jati diri. Semua ayo bersinergi. Kita ingin masyarakat mandiri dan berdaya,” ujar Wamensos Agus Jabo.
Ia menegaskan, DTSEN menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap program sosial berjalan akurat dan efisien, sementara Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret Presiden dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi.
“Sudah bukan eranya lagi bekerja tidak berdasarkan data. Presiden ingin Sekolah Rakyat menjadi instrumen untuk memutus transmisi kemiskinan,” tegasnya.
Selama dialog berlangsung, masing-masing organisasi menyampaikan gagasan dan komitmen untuk ikut mengawal kebijakan pemerintah.
GPI menilai Sekolah Rakyat sebagai proyek masa depan bangsa yang perlu dijaga bersama oleh kalangan pemuda dan Kementerian Sosial.
KAMMI menekankan pentingnya sinergi konkret antara pemerintah dan gerakan pemuda dalam memperkuat data penerima bansos serta mendorong kolaborasi dengan program Koperasi Desa Merah Putih.
SEMMI menyoroti kelompok masyarakat rentan seperti lansia, dan mengusulkan penguatan pendidikan berbasis komunitas melalui gagasan pesantren lansia.
PII mendukung kebijakan Presiden sekaligus mendorong perluasan akses Sekolah Rakyat agar menjangkau lebih banyak pelajar dari keluarga termarjinalkan.
Sementara LMND menegaskan tekadnya untuk mengawal program negara agar benar-benar berpihak kepada rakyat kecil serta menolak praktik birokrasi yang eksploitatif.
Menutup dialog, Agus Jabo mengutip semangat Pangeran Diponegoro sebagai simbol perjuangan yang menempatkan pendidikan dan nilai kebangsaan sebagai dasar kemerdekaan sejati.
“Kalau kawan-kawan ingin memberikan masukan, silakan. Kita menyadari bahwa di bawah masih ada praktik subyektif, jadi kita perlu bantuan dari semua pihak, termasuk OKP,” ujar Wamensos.
Pertemuan ini meneguhkan komitmen bersama antara Kementerian Sosial dan organisasi kepemudaan untuk mengawal program prioritas Presiden agar dijalankan secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, dengan semangat gotong royong dan nasionalisme.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































