Menuju konten utama

Wamensos Ajak Humas Sekolah Rakyat Doakan Korban Bencana NTT

Wamensos Agus Jabo mengajak humas Sekolah Rakyat mendoakan korban bencana sekaligus menekankan pentingnya peran humas bagi masyarakat.

Wamensos Ajak Humas Sekolah Rakyat Doakan Korban Bencana NTT
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026). foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak peserta Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pertama, marilah kita mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang menghadapi musibah akibat bencana alam, baik yang terjadi di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, maupun beberapa wilayah lainnya,” ujar Agus Jabo merujuk keterangan resmi pada Sabtu (22/8/2026).

Agus Jabo berharap masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, bagi masyarakat yang terdampak dan harus mengungsi, ia berharap seluruh kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

“Kita berharap pemerintah dapat terus melakukan langkah-langkah penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sebelum bencana terjadi,” katanya.

Usai doa bersama, Agus Jabo menyampaikan arahan kepada peserta pelatihan mengenai peran humas dalam mendukung keberadaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah, tetapi juga membangun harapan bagi masyarakat.

“Tugas humas bukan hanya sekadar membuat berita, mengambil foto, atau video. Lebih dari itu, humas adalah wakil dan wajah dari Sekolah Rakyat. Humas akan menjadi juru bicara yang menyampaikan informasi kepada masyarakat agar publik mengetahui, memahami, dan mendukung keberadaan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia menilai humas memiliki peran strategis dalam memperluas ruang publik melalui penyampaian informasi yang transparan, manusiawi, dan mudah dipahami masyarakat.

“Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah reguler yang lain. Ini yang harus menjadi dasar kita dalam menjalankan kerja-kerja humas. Bukan karena kualitasnya yang berbeda, tetapi Sekolah Rakyat ini dibangun oleh Bapak Presiden dengan tujuan khusus, yaitu mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.

Agus Jabo mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin. Melalui program tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan kembali memiliki cita-cita.

Karena melalui Sekolah Rakyat ini mereka mendapatkan penerangan. Mereka kini memiliki mimpi.

“Saya ingin mengucapkan selamat bertugas. Kalian adalah wajah-wajah Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat adalah wajah dari Kementerian Sosial. Dan kalian, humas Kementerian Sosial, adalah wajah dari Bapak Presiden. Tolong jaga anak-anak dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Agus Jabo menutup arahan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 dan diikuti 240 peserta. Peserta terdiri atas 166 perwakilan Sekolah Rakyat, 32 perwakilan UPT, sentra, dan Sentra Terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, delapan peserta dari Balai dan Pusdiklatbangprof, serta satgas Kehumasan di bawah koordinasi Biro Humas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Inspektur Jenderal, Dody Sukmono; Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Agus Zainal; Tenaga Ahli Menteri, Galih Hidayatullaj; Kepala Pusdiklatbangprof, Afrizon Tanjung; Kepala Biro Humas, Devi Deliani; dan Direktur PSNK, Faisal.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis