tirto.id - Pada Jumat (9/5/2025) lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan pertemuan di atas kereta api, yang berangkat dari Polandia menuju Ukraina. Mereka melakukan kunjungan ke Kyiv untuk berunding dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan mendesak Rusia untuk menyetujui gencatan senjata.
Pasca perjumpaan itu, beredar rekaman ketiganya dengan klaim bahwa Macron menyembunyikan sekantong kokain, yang termasuk narkotika dan obat berbahaya. Akun Facebook bernama “Opa Patduapuluh” (arsip) membagikan klip berdurasi 19 detik yang menunjukkan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris sedang duduk.
Di atas meja di depan mereka terdapat dua map biru, dua gelas minum, dan sebuah benda putih kecil. Ketiga pria itu tampak tersenyum kepada para fotografer. Lalu di pertengahan, Macron mengambil benda putih kusut tersebut dari atas meja dan memegangnya hingga akhir rekaman.
“(Narkoba dan Pejabat). Dalam perjalanan pulang dari Kyiv, wartawan tiba-tiba memasuki kabin pemimpin. Penasihat Jerman Merz menyembunyikan sendok yang digunakan untuk kokain, sementara Presiden Prancis Macron menyembunyikan sekantong kokain,” begitu keterangan yang dibubuhkan akun pengunggah dalam videonya.

Rekaman yang beredar pada Senin (12/5/2025) ini sudah memperoleh 12 reaksi emoji per Rabu (14/5/2025). Meski tak begitu banyak impresi, narasi ini juga dibagikan oleh akun Facebook lainnya, seperti bisa dilihat di sini (arsip).
Lantas, bagaimana kebenarannya?
Penelusuran Fakta
Tim Riset Tirto mula-mula mencari video utuh pertemuan Macron, Merz, dan Starmer di YouTube. Dengan mengetik kata kunci “leaders of France, Germany and the UK meet aboard a train,” kami menemukan beberapa media menyiarkan rekaman ini, salah satunya Associated Press (AP News)
Meski video yang disebarkan asli, keterangan yang disematkan sepertinya tidak sesuai. Jika diamati, benda putih kusut dalam klip tampak seperti tisu. Dokumentasi dalam bentuk foto yang memperlihatkan benda putih seperti tisu ini juga bisa dilihat di sini dan di sini.
Untuk memastikan klaimnya, Tirto mencoba melakukan penelusuran Google dengan kata kunci “video Macron hide cocaine”. Hasilnya, narasi Macron menyembunyikan sekantong kokain ini sudah dibantah oleh sejumlah lembaga pemeriksa fakta, seperti Snopes dan PolitiFact.
Élysée, Reuters resmi kepresidenan Prancis dan kediaman presiden Istana Élysée, juga mengunggah foto yang memperlihatkan benda seperti tisu di atas meja.
Dalam cuitannya, Senin (12/5/2025), akun itu menyebut bahwa benda putih di atas meja adalah tisu "untuk membuang ingus," dan menambahkan bahwa "berita palsu ini disebarkan oleh musuh-musuh Prancis, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Kita harus tetap waspada terhadap manipulasi."
Seperti dilaporkan Reuters, juru bicara Pemerintah Jerman pun sudah menyanggah narasi yang berseliweran dan mengatakan bahwa "kami menolak klaim yang tidak masuk akal ini".
Profesor komunikasi Clemson University, Darren Linvill, yang mempelajari kampanye disinformasi Rusia, mengatakan bahwa ia melihat penyebutan awal tentang narasi kokain ini dalam bahasa Prancis pada 10 Mei 2025.
Sekitar pukul 7:34 pagi ET pada 11 Mei 2025, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengunggah gambar pertemuan tersebut di aplikasi perpesanan Telegram. Ia menambahkan lingkaran merah di sekeliling objek putih di atas meja. Keterangannya menyebut bahwa Macron, Starmer, dan Merz lupa "menyimpan perlengkapan mereka" sebelum wartawan datang untuk mengambil foto.
Menukil PolitiFact, Linvill mengatakan narasi palsu tersebut menyebar di media sosial Inggris, termasuk X, Facebook, dan Reddit — sekira tanggal 11 Mei pagi hari. Menurut Linvill, narasi itu diperkuat dan dipopulerkan oleh "akun-akun yang diketahui menjadi bagian dari jaringan distribusi kampanye Russian Storm-1516”.
Pakar disinformasi Rusia mengatakan, tidak jarang kampanye pengaruh Rusia untuk menuduh pemimpin asing menggunakan narkoba, khususnya kokain.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klip dengan klaim Kanselir Jerman, Friedrich Merz menyembunyikan sendok yang digunakan untuk kokain dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyembunyikan sekantong kokain bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Meski video yang disebarkan asli, keterangan yang disematkan tidak sesuai. Benda putih kusut dalam klip tampak seperti tisu. Dokumentasi utuh pertemuan ini disiarkan oleh kanal YouTube AP News.
Élysée, akun X resmi kepresidenan Prancis dan kediaman presiden Istana Élysée, juga mengunggah foto yang memperlihatkan benda seperti tisu di atas meja. Dalam cuitannya, Senin (12/5/2025), akun itu menyebut bahwa benda putih di atas meja adalah tisu "untuk membuang ingus”.
Juru bicara Pemerintah Jerman pun sudah menyanggah narasi yang berseliweran dan mengatakan bahwa "kami menolak klaim yang tidak masuk akal ini".
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id






























