tirto.id - Jumlah kematian akibat Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau COVID-19, terus bertambah. Hari ini, per 06.30 waktu Jakarta, terdapat 75.788 kasus terjangkit Virus Corona, 2.132 orang di antaranya meninggal dunia, dan 16.910 lainnya dinyatakan pulih. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun Johns Hopkins University Center for Systems Science and Engineering (JHU CCSE).
Berdasarkan data yang dirilis World Health Organization (WHO): Di Singapura, terdapat 84 kasus seseorang terinfeksi Virus Corona, 23 di antaranya terlacak memiliki riwayat perjalanan dari Cina. Sedangkan di Filipina terdapat 3 kasus dan 1 orang meninggal karena virus ini. Kemudian di negara terdekat Indonesia lainnya: 22 kasus di Malaysia, 15 Australia, 35 Thailand, dan 16Vietnam.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, trend kasus terjangkit COVID-19 menurun. Namun dia meminta, jangan berpuas diri.
"Di luar Cina, sekarang ada 1076 kasus di 26 negara, dengan total tujuh kematian," kata Ghebreyesus, kemarin.
Laporan terakhir, kata Ghebreyesus, COVID-19 telah menjalar ke Iran. Terdapat 5 orang terjangkit dan 2 di antaranya telah meninggal dunia.
"Itu adalah laporan pertama dari Iran," tuturnya.
"This is the time for facts, not fear.
β UN Geneva (@UNGeneva) February 20, 2020
This is the time for science, not rumors.
This is the time for solidarity, not stigma.
πΎπ πππ πππ ππ ππππ ππππππππ."@DrTedros of @WHO on the #coronavirus epidemics. #COVID2019pic.twitter.com/Nsgxhu1GWq
"Lebih dari setengahnya ada di antara penumpang di kapal pesiar Diamond Princess [terjangkit COVID-19]," ujarnya.
Setidaknya, terdapat 4 warga Indonesia yang terjangkit COVID-19 dalam kapal Diamond Princess itu. Sebanyak 74 WNI lainnya, juga merupakan kru kapal, namun dalam kondisi sehat.
Pemerintah Indonesia, tengah merancang skenario pemulangan 74 WNI tersebut. Namun hingga kini belum ada keputusan.
Ada beberapa opsi dan masih kami konsultasikan dengan Bapak Presiden, nanti akan menunggu keputusan Bapak Presiden," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kemarin.
Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Gilang Ramadhan