tirto.id - Film Merah Putih One for All resmi tayang mulai 14 Agustus 2025. Dengan segala bentuk polemik, film ini tetap rilis. Berapa jumlah penonton Merah Putih One for All? Simak update-nya berikut.
Film Merah Putih One for Allbanyak mendapat kritik setelah muncul trailer resmi beberapa waktu lalu. Sempat beredar kabar film ini batal rilis, tetapi akhirnya tetap tayang di bioskop Tanah Air.
Update Jumlah Penonton Merah Putih One for All per Hari Ini
Dikutip dari akun X, @cinepoint_, saat ini Merah Putih One for All menempati urutan terbawah di daftar film-film yang sedang diputar di bioskop Indonesia.
Data yang ditampilkan @cinepoint_ per kemarin, Senin, 18 Agustus 2025, film Merah Putih One for All baru ditonton 2.276 orang. Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan film Demon Slayer Infinity Castle yang sudah menembus 1 juta lebih views.
Di awal penayangan pada 14 Agustus kemarin, Merah Putih One for All ditonton 720 orang. Film ini masih tayang di beberapa bioskop XXI di kawasan Jabodetabek seperti di Mega Bekasi XXI, Alam Sutera XXI, Depok XXI, Puri XXI, Kemang Village XXI, dan Kelapa Gading XXI.
Film ini juga terpantau masih mendapat tempat di daerah lain seperti di Surabaya.
Film Merah Putih One for All akan dibuat Sekuel?
Eksekutif Produser dan sutradara film Merah Putih One for All, Endiarto ditanya kemungkinan akan adanya sekuel film ini di tahun depan, menjawab tanpa ragu jika setiap tanggal 17 Agustus ke depannya akan ada film Merah Putih One for All.
“Setiap tahun, 17 Agustus pasti muncul Merah Putih One for All,” tegas Endiarto saat menjadi bintang tamu di podcast dr. Richard Lee.
Tak hanya membuat sekuel, Endiarto juga mengatakan jika sudah ada orang yang berniat untuk memfasilitasi film Merah Putih One for All bisa tayang di luar negeri.
“Kapan hari ada distributor dari Indonesia yang mengecek saya untuk membawa film Merah Putih ini untuk dibawa diluar. Jawaban saya ya silahkan,” terang Endiarto lagi.
Endiarto menceritakan jika filosofi adanya Merah Putih One for All ini karena ia dan tim produksi mencermati selama ini tidak ada film yang khusus didedikasikan untuk proklamasi.
Karena itulah, mereka bertekad untuk membuat film dengan tema proklamasi dan bendera merah putih yang menjadi fokus cerita.
Saat trailer dirilis, film ini banjir komentar negatif dan dituding hanya buang-buang uang rakyat, meskipun kemudian dibantah keterlibatan Pemerintah dalam pembiayaan film ini.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































