Menuju konten utama

Update 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Pencarian Diperluas

Tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Update 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Pencarian Diperluas
Gunung Anak Krakatau memuntahkan material vulkanik selama letusan seperti yang terlihat dari kapal Angkatan Laut Indonesia di perairan Selat Sunda, Jumat, 28 Desember 2018. Cuaca buruk dan kolom abu besar menghambat upaya untuk menilai apakah pulau gunung berapi Anak Krakatau di Indonesia dapat memicu tsunami mematikan lainnya ketika pihak berwenang mengatakan Jumat, pencarian korban di provinsi yang paling parah akan berlanjut hingga Januari. Ratusan orang tewas dalam tsunami Selat Sunda yang melanda Sumatera dan Jawa tanpa peringatan pada hari Sabtu. AP PHOTO / Fauzy Chaniago
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian lima jurnalis hilang saat akan melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pencarian hari kedua ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan cakupan yang diperluas.

"Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit [SRU] untuk memperluas cakupan area pencarian," kata Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Dia menerangkan, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Kedua SRU tersebut, kata Rizky, melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR. Sedangkan SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM.

"SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya," tutur Rizky.

Lebih lanjut Rizky menerangkan, pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Sejumlah sarana juga dikerahkan dalam operasi ini, mulai dari rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

Menurut Rizky, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia. Pencarian juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan.

"Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter," ungkap Rizky.

Masyarakat, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut pun diimbau untuk turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speed boat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian. Pencarian ini pun akan dimaksimalkan, bahkan dengan pelibatan Polairud Polda Banten dan Mabes Polri.

“Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur terkait terus memaksimalkan pencarian terhadap rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan. Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya pencarian ini, dengan tetap memperhatikan kondisi serta keselamatan personel di lapangan,” ucap Kadiv Humas Polri, Irjen Jhonny Eddizon Isir.

Diketahui, terdapat delapan orang dalam satu speedboat yang dinyatakan hilang kontak tersebut. Mereka adalah Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sejak kemarin, Selasa (8/9/2026), Polri melalui Ditpolair Polda Banten berkolaborasi dengan Basarnas dan unsur gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir keberadaan speedboat. Tim juga mengerahkan kapal Basarnas, RIB 02 Banten, serta berbagai peralatan pencarian dan pertolongan.

“Dengan kapal Basarnas bersama unsur gabungan dari Direktorat Polair Polda Banten dan Mabes melaksanakan kegiatan pencarian sampai dengan pukul 22.31 WIB. Untuk sementara waktu pencarian diberhentikan dan besok hari akan kami lanjutkan kembali,” ujar Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten, AKBP Lis Handayana.

Lis menegaskan, situasi selama proses pencarian berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan akan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Rabu (9/9/2026).

“Untuk sementara situasi aman terkendali. Semoga korban cepat ketemu,” katanya.

Baca juga artikel terkait ORANG HILANG atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Dipna Videlia Putsanra