Menuju konten utama

Trump Klaim Perang Iran vs AS akan Segera Berakhir

Trump mengatakan militer AS telah membuat kemajuan signifikan dalam operasi terhadap Iran bersama Israel sejak Sabtu (28/2/2026) lalu.

Trump Klaim Perang Iran vs AS akan Segera Berakhir
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang ditandatangani yang memberlakukan tarif pada barang impor selama acara pengumuman perdagangan "Make America Wealthy Again" di Rose Garden di Gedung Putih pada 2 April 2025 di Washington, DC. Menyebut acara tersebut sebagai "Hari Pembebasan", Trump mengumumkan tarif baru yang luas yang menargetkan barang-barang yang diimpor ke AS di negara-negara termasuk China, Jepang, dan India. Andrew Harnik/Getty Images/AFP (Foto oleh Andrew Harnik / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim bahwa perang antara AS dan Iran akan segera berakhir. Trump mengatakan militer AS telah membuat kemajuan signifikan dalam operasi terhadap Iran sejak perang dimulai bersama Israel, Sabtu (28/2/2026) lalu.

“Kami membuat kemajuan besar menuju penyelesaian tujuan militer kami,” kata Trump sebagaimana dilansir dari CNBC, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, Trump tidak merinci secara jelas apa tujuan akhir dari operasi militer tersebut. Ia justru lebih menekankan pada klaim keberhasilan militer AS selama konflik berlangsung.

“Kami telah memusnahkan setiap kekuatan di Iran, dengan sangat tuntas,” ujar Trump.

Ia menyebut lebih dari 50 kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan sementara angkatan udara serta sistem pertahanan udara negara tersebut juga telah dilumpuhkan. “Mereka tidak memiliki kepemimpinan. Semuanya telah dihancurkan,” katanya.

Ketika ditanya apakah perang akan berakhir pekan ini, Trump menjawab, “Tidak,” namun ia menambahkan, “Sangat segera.”

Trump juga mengancam akan meningkatkan serangan militer jika dianggap perlu. Ia menyebut AS pun belum menyerang sejumlah target paling sensitif di Iran, termasuk infrastruktur listrik negara tersebut.

Kemudian, Trump juga memprediksi harga minyak dunia bakal turun dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers pada Senin waktu setempat setelah harga minyak sempat melonjak hingga menembus lebih dari 100 dolar AS per barel pada akhir pekan lalu, yang memicu gejolak di pasar keuangan global.

Sebelumnya, pada hari yang sama, seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz berisiko diserang oleh Iran. Selat tersebut merupakan jalur vital pengiriman minyak mentah dunia.

Analis minyak dari perusahaan konsultan energi Kpler, Matt Smith, mengatakan hanya sedikit kapal komersial yang masih berlayar melalui selat tersebut.

Meski ada ancaman tersebut, Trump menilai pasokan minyak global justru akan lebih aman dalam jangka panjang akibat perang ini. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak menahan ekspor minyaknya ke pasar dunia.

“Kami akan memukul mereka begitu keras sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk pernah memulihkan bagian dunia itu,” kata Trump.

Menurut Trump, perang akan berakhir ketika Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata terhadap Amerika Serikat, Israel, maupun sekutu-sekutunya dalam waktu lama.

Saat diminta menjelaskan perbedaan pernyataannya dengan komentar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya menyebut perang baru saja dimulai, Trump mengatakan kedua pernyataan tersebut bisa sama-sama benar.

“Ini adalah awal dari membangun sebuah negara baru,” kata Trump.

Ia juga kembali menegaskan komitmennya untuk tidak membawa Amerika Serikat ke dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Trump turut mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya. Namun ketika ditanya apakah ia akan mencoba membunuh pemimpin baru Iran tersebut, Trump menolak memberikan jawaban.

Selain itu, pada Senin waktu setempat, Trump juga berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang dilaporkan menyampaikan sejumlah usulan agar perang dapat segera diakhiri.

Dalam konferensi persnya, Trump mengatakan Putin sangat terkesan dengan apa yang dilihatnya dari operasi militer AS di Iran.

“Ini adalah operasi yang mungkin tidak akan dilakukan banyak orang lain,” kata Trump. “Ini adalah keberhasilan militer yang belum pernah dilihat orang sebelumnya,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher