tirto.id - Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman akan menghancurkan Iran dalam satu malam, jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Amerika Serikat, terutama membuka kembali Selat Hormuz.
Trump menetapkan tenggat waktu yang tegas, yaitu Selasa (7/4/2026) pukul 8 malam waktu AS atau Rabu, 8 April 2026 pukul 07.00 WIB.
"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," ucap Trump saat menggelar konferensi pers di Gedung Putih dikutip Xinhua, Selasa(7/4/2026).
"Ini adalah periode kritis. Mereka memiliki waktu, yah, sampai besok pukul 8 (malam)," tambahnya.
Sebelumnya, Trump juga telah mengatakan dalam unggahan di akun Truth Social @realDonaldTrump pada Minggu, 5 April kemarin jika AS akan menghancurkan seluruh infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan pada Selasa jika Iran tak segera membuka Selat Hormuz.
Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat sebenarnya tidak ingin melakukan hal tersebut. Hanya saja, jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS, maka serangan dapat dilakukan secara cepat, dalam waktu empat jam, dan akan menimbulkan kerusakan permanen selama 100 tahun.
"Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 12 malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi -- terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi. Butuh waktu 100 tahun bagi mereka untuk membangun kembali." ancam Trump.
"Maksud saya penghancuran total pada pukul 12 malam. Dan itu akan terjadi dalam waktu empat jam jika kita mau. Kita tidak ingin itu terjadi," tambahnya.
AS Tekan Iran agar Penuhi Kesepakatan Gencatan Senjata
Donald Trump menyatakan bahwa perundingan dengan Iran saat ini sedang berlangsung. AS telah mengajukan proposal gencatan senjata 45 hari yang ditolak oleh Iran.
Hal ini diketahui melalui jawaban resmi ke Pakistan sebagai mediator utama. Iran menegaskan jika pihaknya tidak ingin gencatan senjata yang bersifat sementara, dan menginginkan perjanjian damai permanen.
"Pada dasarnya mereka memiliki waktu hingga pukul 8 malam besok malam, Waktu Bagian Timur, tetapi kami sedang bernegosiasi dengan mereka. Saya pikir semuanya berjalan dengan baik," ujar Trump.
Steve Witkoff dan Wakil Presiden AS JD Vance yang menjadi wakil dalam perundingan gencatan senjata dengan Iran dinilai telah memberikan usulan yang signifikan.
"Ini adalah usulan yang signifikan, ini adalah langkah yang signifikan. Ini belum cukup baik, tetapi ini adalah langkah yang sangat signifikan," ungkapnya.
Apapun yang menjadi hasil dari perundingan, Trump menegaskan bahwa dirinya memiliki otoritas penuh untuk menentukan apakah gencatan senjata akan berlaku atau tidak.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, di kesempatan berbeda menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik jangka panjang meskipun tekanan militer dari Amerika Serikat dan sekutunya meningkat.
Araghchi juga menyoroti bahwa serangan Iran terus berjalan meskipun AS mencoba menghalangi operasi mereka dan berusaha membuka kembali Selat Hormuz.
"Serangan kami terus berlanjut. Mereka tidak dapat menghentikan serangan kami dan mereka tidak dapat membuka Selat Hormuz. Mereka meminta bantuan negara lain dan tetap tidak dapat membukanya. Sekarang mereka memohon untuk bernegosiasi," kata Araghchi dikutip Turkiye Today, Rabu(1/4/2026).
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































