tirto.id - Israel mengklaim telah berhasil menewaskan komandan pasukan khusus Quds Iran, Asghar Bagheri pada Senin, 6 April 2026.
Selain Bagheri satu petinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) lain yang juga gugur adalah Majid Khademi.
Lewat unggahan di akun X resmi IDF @IDF, militer Israel membagikan berita jika mereka telah berhasil memastikan jika dua petinggi militer Iran telah tereksekusi.
“DIELIMINASI: Majid Khademi, Kepala Intelijen IRGC. Khademi adalah salah satu komandan senior IRGC dan telah mengumpulkan pengalaman luas selama bertahun-tahun,” tulis IDF.
“Khademi bekerja untuk memajukan serangan teroris di seluruh dunia, dan bertanggung jawab untuk memantau warga sipil Iran sebagai bagian dari penindasan rezim terhadap protes internal,” lanjutnya.
Sejurus kemudian, masih di hari yang sama, IDF kembali mengupdate X mereka dengan kabar jika Asghar Bagheri juga tewas.
“DIELIMINASI: Asghar Bagheri, Komandan Unit Operasi Khusus Pasukan Quds. Dalam beberapa tahun terakhir, Bagheri memajukan banyak serangan terhadap Israel dan di seluruh dunia,” ujar IDF.
“Selain itu, Bagheri secara pribadi memimpin operasi yang menargetkan tentara IDF di perbatasan Suriah-Israel,” tuding mereka.
Iran mengatakan pada hari Senin (6/4) bahwa Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tewas dalam serangan AS-Israel.
Penyiar negara IRIB, mengutip pernyataan IRGC, mengatakan Mayor Jenderal Seyed Majid Khademi "gugur sebagai martir" dalam serangan tersebut.
Peran Asghar Bagheri dan Majid Khademi
Berikut peran dua petinggi militer Iran, Asghar Bagheri dan Majid Khademi menurut IDF:
1. Asghar Bagheri
Asghar Bagheri merupakan komandan Unit Operasi Khusus 840 di bawah Quds Force, bagian elit dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang bertugas menjalankan operasi di luar negeri.Sepanjang kariernya, ia menduduki berbagai posisi senior dan terlibat dalam sejumlah operasi yang menargetkan individu Israel dan Amerika di berbagai belahan dunia.
Di bawah kepemimpinannya, Unit 840 aktif mengoordinasikan serangan terhadap pasukan Israel Defense Forces di perbatasan Suriah–Israel dengan memanfaatkan jaringan operatif lokal, termasuk mantan personel militer rezim Bashar al-Assad.
Selain itu, Bagheri juga berperan dalam upaya penyelundupan senjata dari Iran ke wilayah Israel untuk mendukung serangan terhadap warga sipil.
Ia turut mengembangkan infrastruktur operasional di wilayah Suriah sebagai basis untuk memperluas dan mempermudah pelaksanaan serangan terhadap Israel, menjadikannya salah satu tokoh kunci dalam strategi operasi eksternal Iran.
2. Majid Khademi
Majid Khademi merupakan Kepala Intelijen dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan termasuk salah satu komandan paling senior dalam struktur keamanan Iran.Sepanjang kariernya, ia mengumpulkan pengalaman luas di bidang militer dan intelijen dengan menduduki berbagai posisi penting, termasuk sebagai kepala organisasi keamanan IRGC.
Dalam perannya sebagai pimpinan intelijen, Khademi bertanggung jawab mengumpulkan dan menganalisis informasi strategis yang digunakan oleh pimpinan tertinggi Iran untuk pengambilan keputusan, termasuk selama operasi militer seperti “Roaring Lion”.
Selain itu, ia juga dikaitkan dengan upaya memperluas aktivitas yang menargetkan Israel dan komunitas Yahudi di berbagai negara, serta dugaan rencana terhadap individu Amerika.
Di dalam negeri, Khademi memiliki peran sentral dalam pengawasan terhadap masyarakat Iran, termasuk memonitor dan menekan aksi protes selama periode ketegangan internal.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































