Menuju konten utama

Israel Serang Pabrik Petrokimia Iran hingga Produksi Terganggu

Israel menyerang pabrik petrokimia Iran dan mengklaim pabrik tersebut kini tak berfungsi. Iran menyebut kerusakan masih dalam penyelidikan.

Israel Serang Pabrik Petrokimia Iran hingga Produksi Terganggu
Asap mengepul setelah dilaporkan terjadi serangan terhadap tangki bahan bakar Shahran di Teheran, Iran, 8 Maret. Majid Asgaripour/WANA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Israel menyerang pabrik petrokimia terbesar di Iran pada Senin, 6 April kemarin. Israel bahkan mengklaim jika akibat serangan itu, pabrik tersebut telah dinonaktifkan dan tidak berfungsi.

Menteri Pertahanan Israel Katz membenarkan jika Israel Defense Forces (IDF) telah melancarkan serangan ke Iran dengan menargetkan South Pars Petrochemical Complex di Assaluyeh, Iran.

Ini merupakan serangan kedua yang menyasar pabrik petrokimia Iran setelah sebelumnya, Israel juga menyerang Mahshahr Petrochemical Special Zone di provinsi Khuzestan (barat daya Iran) yang menyebabkan lima orang tewas.

“(IDF) baru saja menyerang fasilitas petrokimia terbesar di Iran, yang terletak di Asaluyeh, target utama yang bertanggung jawab atas sekitar 50 persen produksi petrokimia negara itu, menyusul serangan pekan lalu terhadap fasilitas utama kedua," ujar Katz dikutip The Times of Israel, Senin (6/4/2026).

"[Kedua fasilitas tersebut] yang bersama-sama bertanggung jawab atas sekitar 85 persen ekspor petrokimia Iran, telah dinonaktifkan dan tidak berfungsi," tambahnya.

Dampak Serangan Israel ke Pabrik Petrokimia Iran

Serangan ke pabrik petrokimia Iran ini menyebabkan ledakan besar serta pemadaman listrik di seluruh kawasan industri tersebut.

Meskipun beberapa laporan menyebut fasilitas inti tidak sepenuhnya hancur, namun infrastruktur pendukung seperti penyedia listrik, air, dan oksigen ikut terdampak yang berakibat pada terhentinya operasional banyak unit industri.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengklaim bahwa serangan terhadap fasilitas-fasilitas strategis Iran, termasuk zona petrokimia Mahshahr sebelumnya, telah melumpuhkan hingga 85 persen ekspor petrokimia Iran dan menyebabkan kerugian ekonomi hingga puluhan miliar dolar.

“Ini adalah pukulan ekonomi yang parah senilai puluhan miliar dolar bagi rezim Iran,” kata Katz.

Katz juga menyebut industri petrokimia sebagai mesin utama pendanaan yang berarti sektor ini merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar bagi negara Iran, salah satunya untuk membiayai Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Katz juga memberikan ancaman akan ada serangan serupa ke depannya karena IDF diinstruksikan untuk terus menyerang fasilitas-fasilitas Iran.

“Rezim teror Iran akan menyadari bahwa agresi berkelanjutan terhadap Israel dan penembakan pengecut dan kriminal terhadap warga sipil Israel akan menyebabkan semakin dalamnya kerusakan ekonomi dan strategis yang mereka alami dan runtuhnya kemampuan mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Iran melaporkan bahwa kebakaran di fasilitas Pars berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa, meskipun tingkat kerusakan masih dalam penyelidikan.

"Situasi saat ini terkendali, dan aspek teknis, serta tingkat kerusakan, sedang diselidiki," bunyi pernyataan Perusahaan Petrokimia Nasional dikutip CNA (6/4/2026).

Serangan Israel ke pabrik petrokimia Iran ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan di akun Truth Social miliknya @realDonaldTrump yang memberi waktu pada Iran untuk membuka Selat Hormuz sampai Senin. Jika tidak dilakukan, Trump mengatakan Selasa akan menjadi hari pembangkit listrik dan hari jembatan.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka Selat itu, dasar baji**** gila, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah,” tulis Trump pada Minggu (5/4/2026).

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra