Menuju konten utama

TNI AU Eksekusi Penggusuran Warga di Cikopo

Personel TNI AU tak menghiraukan protes warga dan tetap melakukan eksekusi untuk mengusir warga dari tempat tinggalnya.

TNI AU Eksekusi Penggusuran Warga di Cikopo
Ilustrasi. Kawasan penggusuran warga di Kampung Aquarium, Jakarta, Jumat (5/1/2018). tirto.id/Andrey Gromico.

tirto.id - Petugas gabungan polisi dan TNI Angkatan Udara melaksanakan penggusuran warga secara paksa terhadap tanah seluas 16,96 hektar di kawasan Cikopo, Cibunggur Sari, Purwakarta.

Gabungan polisi dan TNI tersebut tak menghiraukan protes warga dan tetap melakukan eksekusi untuk mengusir warga dari tempat tinggalnya. Hal ini dikatakan oleh salah satu tim advokasi dari warga Cikopo, Army Mulyanto.

Ia yang juga merupakan cucu dari purnawirawan TNI yang pernah tinggal di kawasan tersebut mengaku pasukan Polri dan TNI AU mengadakan rapat di sekitar lokasi sekitar pukul 12.30 siang tadi dan berencana melakukan penggusuran.

“Maaf ini saya sedang sibuk, TNI AU sedang siap-siap ini mau menggusur paksa siang ini. Ini berpotensi bentrok,” katanya dengan cemas hari Senin (23/4/2018) ketika dihubungi Tirto.

Wacana eksekusi ini seharusnya dilakukan pada hari Minggu (22/4/2018), tapi TNI AU batal datang. Menurut Army, hanya beberapa anggota Polres Purwakarta pimpinan Kanit IV Subdit Tindak Pidana Tertentu AKP Budi yang hadir di lokasi. Polisi datang lantaran TNI mengadukan adanya pelanggaran penyerobotan lahan yang dilakukan oleh warga di tanah negara.

Bila benar demikian, Army mengaku tak keberatan. Itu artinya, kasus lahan di Cikopo masuk dalam penanganan polisi dan persengketaan yang harus diselesaikan lewat pengadilan.

“Kalau begitu, jadinya status quo dong. Berarti TNI AU harus menunggu sampai proses pengadilan, tidak bisa eksekusi begitu saja,” tegasnya lagi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengatakan, tidak ada penggusuran yang dilakukan pada hari Minggu tersebut. Namun, penggusuran ternyata dilakukan hari ini.

Ketika dihubungi soal tindakan TNI AU yang tak menunggu proses hukum di kepolisian ini, Jemi masih belum mau berkomentar. Baik telepon maupun pesan singkat dari Tirto belum direspons.

TNI AU di lokasi setidaknya sudah mencapai jumlah puluhan. Dari pantauan, pasukan TNI tersebut mengenakan seragam lengkap dengan pentungan dan tameng.

Baca juga artikel terkait PENGGUSURAN atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri