tirto.id - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan alasan di balik penerbitan telegram yang menginstruksikan TNI untuk berada dalam status siaga 1.
Donny mengatakan telegram siaga 1 itu bagian dari mekanisme pengecekan kesiapsiagaan internal satuan, bukan respons terhadap situasi keamanan tertentu.
“Itu dilaksanakan di satuan merupakan mekanisme pembinaan kesiapsiagaan internal ya,” kata Donny, dalam keterangan yang diterima, Kamis (12/3/2026).
Dia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan penambahan kekuatan atau pengembangan postur TNI.
“Jadi, kegiatan Siaga 1 itu Panglima TNI yang memerintahkan. Tidak ada pengembangan postur TNI dalam artian penambahan satuan dalam rangka yang ditanyakan kemarin itu,” ucap Donny.
Donny menambahkan kesiapsiagaan tersebut bagian dari mekanisme pembinaan internal untuk memastikan kesiapan personel dan perlengkapan militer.
“Kegiatan ini bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu, melainkan bagian dari prosedur rutin dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit,” ucapnya.
Donny juga berkata kegiatan tersebut bertepatan dengan berbagai agenda penting ke depan, termasuk pengamanan perayaan Idul Fitri. Dalam situasi itu, TNI akan membantu kepolisian dalam menjaga keamanan.
“Pasti nanti ada yang menanyakan nanti dalam rangka pengamanan Idul Fitri seperti apa, ya pasti kami akan melaksanakan kegiatan pengamanan karena itu tugas kami ya, tentunya kita mem-backup Polisi dalam kegiatan itu,” kata Donny.
Ia menilai munculnya spekulasi publik terkait Siaga 1 juga dipengaruhi situasi global yang tengah memanas. Karena itu, kata dia, masyarakat menjadi lebih sensitif terhadap informasi mengenai kesiapsiagaan militer.
“Tapi memang momennya di luar ini lagi perang nih, jadi istilahnya masyarakat lagi sensi, ‘wah ada apa ini?’, tidak, itu suatu profesionalisme kita menjaga kesiapsiagaan, gelar perlengkapan ya seperti itu,” ujarnya.
Donny menambahkan status kesiapsiagaan tersebut juga telah diturunkan menjadi Siaga 3 setelah sebelumnya berada pada tingkat Siaga 1.
“Kan, kemarin sudah disampaikan oleh Mabes TNI melalui Kapuspen TNI kita dari Siaga 1 ke Siaga 3. Jadi, itu suatu tahapan kesiapsiagaan ya, bukan mulai dari tiga tidak. Siaga 1 berarti kita siap semuanya mulai dari perlengkapan, alutsista, yang kemarin mungkin bisa dilihat oleh rekan-rekan media di Monas yang hari Sabtu itu ya,” tutup Donny.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































