tirto.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta penjelasan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait kebijakan status Siaga 1 di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menurut dia, aparat keamanan memang perlu selalu dalam kondisi siap siaga. Namun, apabila sampai diterbitkan surat resmi terkait peningkatan status keamanan, TNI dinilai perlu menjelaskan kepada publik.
“Sebaiknya memang aparat hukum atau TNI itu selalu siap siaga, namun kalau kemudian sampai ada keluar surat seperti itu dalam situasi seperti ini, mungkin apakah itu diperlukan atau tidak, lebih baik TNI memberikan penjelasan yang konkret atau jelas,” ujar Puan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan DPR akan menindaklanjuti hal tersebut melalui komisi yang membidangi urusan pertahanan.
“Nanti akan ditanyakan melalui komisi terkait,” kata Puan.
Peningkatan status Siaga 1 oleh TNI sebelumnya dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, muncul pengumuman telegram dari Panglima TNI, Jenderal Agus Subianto, dengan nomor TR/283/2026 berisi instruksi kepada seluruh jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan dampak dari meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa secara umum TNI memang memiliki tugas utama untuk melindungi negara dan masyarakat dari berbagai ancaman, khususnya yang berasal dari luar negeri.
Oleh karena itu, TNI selalu menjaga profesionalisme dan kesiapan operasional dengan terus memelihara kemampuan personel, kekuatan militer, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi perkembangan situasi strategis baik di tingkat internasional, regional, maupun nasional.
"TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional," beber Aulia dikutip Antara (7/3).
Menurutnya, salah satu bentuk upaya menjaga kesiapan tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan rutin seperti apel pasukan untuk memeriksa kesiapan personel dan perlengkapan.
Dalam telegram yang beredar di masyarakat tersebut disebutkan beberapa instruksi penting kepada jajaran TNI. Salah satunya adalah perintah kepada para Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI untuk menyiagakan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Selain itu, mereka juga diminta meningkatkan patroli keamanan di berbagai objek vital strategis dan pusat kegiatan ekonomi. Tempat-tempat yang termasuk dalam pengamanan tersebut antara lain bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta api, terminal bus, serta fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara (PLN).
Langkah ini pada dasarnya bertujuan untuk memastikan keamanan dan stabilitas jika terjadi situasi yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional atau keamanan masyarakat.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























