tirto.id - Kelas Tirto x Jagoan Kampus digelar pada Jumat (13/6/2025) di gedung FISIP UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY). Acara bertajuk "Cerdas di Era Digital Goes to Yogyakarta" itu bagian dari rangkaian kelas di tiga kampus selama 12-14 Juni 2025.
Penyelenggaraan forum ini merupakan hasil kolaborasi Tirto.id, Bank Jago, UMY, UPNVY, dan FISIP UAJY, yang didukung pula oleh PT. Pelindo Regional 3 (Persero).
Usai dihelat di UMY pada hari pertama, Kelas Tirto x Jagoan Kampus menyambangi UPNVY untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang literasi keuangan, pengembangan karier, dan mencegah penyebaran hoaks.
Materi-materi itu disampaikan oleh tiga narasumber. Dua di antaranya praktisi Bank Jago, yakni Andhina Aryani CFP, seorang Sustainability Specialist, dan Dwi Gelegar Gilang dari tim Branding, Attraction, and Engagement bank digital tersebut. Hadir pula perwakilan Redaksi Tirto.id, Alfons Yoshio, yang memiliki pengalaman dalam program Periksa Fakta.
Dikemas dengan format acara talk show beserta workshop, Kelas Tirto x Jagoan Kampus di UPNVY dibuka dengan keynote speech “Ketika YOLO Menjadi Gaya Hidup, Tantangan Baru untuk Kesehatan Finansial.”
Financial Planner Bank Jago Bagikan Kiat Cerdas Atur Keuangan
Saat menjadi pembicara dalam Kelas Tirto di UPNVY, Andhina Aryani menyampaikan ulasan lengkap soal cara cerdas mengelola keuangan. Dia juga memberikan penjelasan gamblang tentang kiat mencapai financial freedom yang perlu dipersiapkan sejak usia muda.
Andhina menerangkan, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kontrol diri agar mampu mengelola keuangan dengan baik. Dia menyinggung soal kebiasaan mahasiswa yang secara impulsif menghabiskan uang untuk kegiatan konsumtif. Secara psikis, kata dia, perilaku ini dipengaruhi oleh ilusi mampu membeli meski kantong menipis.
"Ngerasa pas-pasan karena gak ada kemauan. Jadi mulailah semampunya menabung," kata dia.
Untuk mencapai financial freedom, diperlukan beberapa tahapan kesehatan finansial. Dia mendorong mahasiswa agar mulai belajar memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan utama. Misalnya, membayar biaya kos, tagihan internet, makan, dan transportasi, maupun cicilan jika ada.
Jika sudah bisa mengelola pengeluaran dengan baik, tahap berikutnya adalah menyiapkan keamanan finansial. Fase ini menjadi dasar utama untuk bisa sehat secara keuangan. Pada tahap ini, mahasiswa perlu menabung guna menyiapkan dana darurat. Menurut Andhina, orang yang belum berkeluarga seperti mahasiswa sebaiknya memiliki simpanan dana darurat setara tiga kali pengeluaran bulanan.
Andhina juga mengingatkan, mengandalkan sepenuhnya pada pendapatan rutin sering kali tak aman. Sebab, situasi darurat sewaktu-waktu bisa terjadi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan saat sumber pendapatan rutinnya macet, kebanyakan orang hanya bisa bertahan dua pekan dengan dana simpanannya.
Guna mengantisipasi hal itu, dia menyarankan agar mahasiswa belajar disiplin mengatur pengeluaran sehingga bisa menabung. Mengingat banyak orang sulit mengatur pengeluarannya, layanan bank digital dari Bank Jago menawarkan fitur Kantong. Nasabah Bank Jago dapat mengatur pengeluaran secara disiplin dengan memanfaatkan fitur ini. Ada 60 jenis kantong berbeda yang bisa dipakai mengalokasikan dana untuk berbagai jenis pengeluaran rutin.
Apabila kondisi keuangan sudah aman, level berikutnya adalah ketahanan finansial. Pada tahap ini, kata Andhina, mahasiswa bisa mulai merintis investasi jangka panjang. Namun, pada tahap ini, mahasiswa perlu berani membuat keputusan besar dengan pertimbangan risiko yang matang.
Tujuan utama dari tahap tersebut adalah kontrol finansial. Jika mampu melewati fase ini, kondisi bebas secara finansial (financial freedom) mungkin untuk digapai. Seseorang bisa meraih kebebasan finansial dengan syarat memiliki pendapatan pasif yang cukup untuk biaya hidup, dana pensiun, asuransi jiwa, hingga manajemen aset jangka panjang.

Kunci Sukses Berkarier di Era Digital
Menyambung sesi literasi keuangan, Dwi Gelegar Gilang memaparkan seluk-beluk dunia karier di era digital saat ini. Dia pun memaparkan peluang kerja yang potensial bagi para fresh graduate, khususnya dari jurusan Ilmu Komunikasi.
Namun, terlepas dari peluang yang ada, generasi muda saat ini perlu memiliki sejumlah kemampuan yang menjadi kunci sukses berkarier di era digital. Salah satunya menguasai skill yang kompleks.
"Kalau ngomongin karier, pilihannya sekarang makin banyak. [Namun] Orang sekarang nyari [pekerja]yang bisa semuanya, [seperti] bisa video, [juga] bisa nulis," katanya.
Perubahan teknologi yang cepat menuntut generasi muda cepat menyesuaikan diri. Namun kemampuan adaptasi saja tidak cukup. Gilang mengungkapkan, kecepatan perubahan saat ini dapat diimbangi dengan keterampilan pemahamanan mendalam.
Dia juga menekankan pentingnya mengenal dunia kerja bagi para mahasiswa. Mengikuti program pemagangan (internship), bisa menjadi cara efektif untuk mendapat pengalaman itu.
"Tujuan internship bagi teman-teman [adalah] bisa merasakan bagaimana interaksi di tempat kerja di masa mendatang," ujarnya.
Gilang menyebut, Bank Jago juga membuka peluang magang untuk mahasiswa semester 6. Info lengkap tentang program ini bisa diakses di media sosial Instagram @bersamakitajago dan LinkedIn Bank Jago.
Mendeteksi Hoaks bersama Periksa Fakta Tirto
Di sesi akhir, kegiatan workshop Periksa Fakta berlangsung sembari praktik. Alfons Yoshio dari Tirto.id memandu peserta memeriksa ulang contoh-contoh konten hoaks yang baru-baru ini menyebar di media sosial.
Dalam workshop ini, Alfons menjelaskan cara mendeteksi misinformasi dan malinformasi dalam konten digital, terutama audio-visual yang bisa dibuat dengan kecerdasan buatan (AI).
Ada sejumlah langkah untuk mendeteksi konten hoaks yang berseliweran di media sosial. Ia memberi panduan untuk mengenali ciri-ciri konten yang mengandung informasi keliru. Misalnya, video yang dipotong dan ditempeli konteks tak sesuai.
Ada beberapa video yang ditayangkan untuk diperiksa dan dianalisis bersama dalam sesi ini. Misalnya, satu video pendek tokoh politik Ridwan Kamil yang memberi pengumuman untuk berbagi sejumlah uang puluhan juta. Cuplikan ini terbukti hoaks setelah ditelaah dalam kelas. Salah satu tandanya, suara orang yang terdengar lempang atau tanpa emosi. Hal ini, kata Alfons, merupakan ciri umum video buatan AI.
Acara Kelas Tirto x Bank Jago di UPNVY tidak hanya berisi pemaparan materi. Peserta kelas juga mendapat kesempatan mengikuti sesi tanya jawab interaktif dan kuis berhadiah. Para mahasiswa pun antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi menabung, investasi, hingga penerapan skill dalam organisasi dan studi.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id


































