tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kota Semarang, Rabu (17/7/2026).
MPLS di Sekolah Rakyat tersebut berlangsung sejak 13 Juli lalu dan diikuti 262 peserta didik baru. Mereka terdiri dari 87 murid SD, 88 siswa SMP, dan 87 sisanya dari jenjang SMA.
Selama MPLS, para murid baru diajak menjalani berbagai kegiatan yang menarik sekaligus bermanfaat bagi mereka.
Di antara kegiatan itu seperti pengenalan beragam jenis permainan tradisional, pembiasaan hidup bersih dan sehat, hingga pemaparan materi tentang antiperundungan serta bahaya judi online dan narkoba.
Pesan Presiden untuk Murid Baru Sekolah Rakyat
Saat berdialog dengan ratusan murid baru Sekolah Rakyat Kota Semarang, Wamensos Agus Jabo menyampaikan sejumlah pesan Presiden Prabowo Subianto kepada mereka.
"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua kalian harus jadi anak yang pintar," ujar Agus Jabo.
Dia menjelaskan, kepercayaan diri dan kecerdasan merupakan salah satu modal utama yang perlu dimiliki oleh murid Sekolah Rakyat agar bisa berkembang menjadi lebih baik. Dengan begitu, pendidikan di Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana memutus transmisi kemiskinan.
Namun, dua modal itu perlu dibarengi dengan pendidikan karakter. Agus Jabo menegaskan, murid Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pribadi yang berkarakter serta mempunyai jiwa nasionalisme tinggi. Keduanya bisa menjadi fondasi untuk terbentuknya sikap toleransi dan kepedulian sosial kepada lingkungan maupun sesama.
Selain itu, lanjutnya, kedisiplinan juga harus dibentuk agar murid Sekolah Rakyat mampu mengelola diri sendiri dalam berbagai kondisi.
Terakhir, Agus Jabo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin murid-murid Sekolah Rakyat menjadi pribadi yang terampil.
Maka itu, Kementerian Sosial (Kemensos) siap memberikan dukungan kepada para lulusan SMA Sekolah Rakyat untuk mengembangkan diri, baik melalui jalur akademis maupun non akademis.
"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah. Yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," jelasnya.
Menurut dia, pendidikan tinggi beserta keterampilan akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk terbebas dari belenggu kemiskinan.
Agus Jabo menambahkan, selain menjadi sarana memutus transmisi kemiskinan, Sekolah Rakyat juga dapat berfungsi sebagai rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di Sekolah Rakyat, mereka bisa mendapatkan pendidikan, kehangatan keluarga dan teman, sekaligus hidup yang lebih baik.
Dalam dialog tersebut, para murid baru mengaku senang belajar di Sekolah Rakyat. Mereka bahkan merasa kerasan dan tak lagi rindu rumah karena merasa nyaman tinggal di asrama sekolah.
Salah satu yang menyampaikan hal tersebut adalah Abi Alfian (16). Ia mengaku bahagia dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Semarang.
Menurut Abi, ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik kopi dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ia bersyukur dapat menikmati pendidikan tanpa memberatkan orang tuanya.
"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ucap Abi.
Setelah acara dialog itu, Agus Jabo berkeliling meninjau berbagai fasilitas Sekolah Rakyat Kota Semarang seperti asrama, kamar mandi, ruang makan, laboratorium, hingga toilet bagi penyandang disabilitas.
Dia diampingi oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Moh. Agus Junaidi yang turut menyapa para siswa dan meninjau fasilitas sekolah.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































