tirto.id - Konsep green travel, juga sustainable traveling, sejak satu dekade terakhir semakin menunjukkan tren yang terus meningkat. Bahkan lembaga seperti World Travel & Tourism Council sedang mendorong inisiatif sustainable traveling ini untuk memenuhi agenda Sustainable Development Goals, Paris Climate Agreement and Convention on Biological Diversity.
Sejalan dengan semangat itu, tiket.com, sebagai pionir online travel agent (OTA) di Indonesia, terus memperkuat inisiatif tiket Green dengan menggandeng Artotel Group dan Rumah Atsiri Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam perjalanan berkelanjutan yang lebih bermakna. Inisiatif tersebut resmi diperkenalkan pada Rabu (22/4) di ARTOTEL Thamrin, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan tiket.com dalam mendorong praktik pariwisata yang lebih bertanggung jawab.
Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com, menyebut bahwa kini semakin banyak konsumen tiket.com yang sadar akan sustainable tourism.
"Kami bikin industry outlook, 63 persen wisatawan sudah aware sama sustainable tourism. 67 persen juga sudah memilih akomodasi green," ujar Gaery.
Menurut Gaery, konsumen sekarang banyak yang mengedepankan pengalaman dalam menginap. Jadi, dengan konsep ini, konsumen tidak hanya ingin datang, tidur, lalu pergi, melainkan ikut juga mengalami hidup keseharian di tempat tersebut.
Dalam industry outlook itu, juga dijelaskan bahwa motivasi wisatawan terhadap perjalanan green juga menunjukkan tren menyenangkan. Sebanyak 69% ingin berkontribusi terhadap lingkungan, 49% tertarik mendukung komunitas lokal, dan 41% mencari pengalaman perjalanan yang lebih bermakna. Data ini menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan kini telah bergeser dari sekadar tren menjadi preferensi berbasis nilai.
Menurut Gerry, saat ini, tiket.com akan terus mengembangkan tiket Green sebagai dukungan untuk pariwisata dan perjalanan berkelanjutan. Hingga 2025, mereka sudah menghadirkan lebih dari 8.000 pilihan akomodasi berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.
"Tren ini tentu gak bisa kami jalankan sendiri. Kami gak punya properti, tapi bisa memberi eksposur lebih. Jadi harus ada kolaborasi dengan partner," tambah Gaery.
Kemitraan dengan Artotel Group dan Rumah Atsiri Indonesia memperluas cakupan pendekatan dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan. Artotel Group mewakili jaringan hotel berskala besar dengan potensi implementasi praktik sustainability secara luas, serta telah mengantongi sertifikasi dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Saat ini, sekitar 40% portofolio mereka telah memperbarui program keberlanjutan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.
Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer, Artotel Group, mengatakan bahwa pihaknya melihat keberlanjutan adalah komitmen jangka panjang yang harus diterapkan secara konsisten. Ini juga sebagai bagian dari respons terhadap para konsumen segmen baru yang semakin sensitif terhadap berbagai isu.
"Kami melihat market segment baru ini lebih pengen tahu lagi tentang destinasi dan hotel, apa hotel ini punya tanggung jawab. Gak cuma ke nature, tapi juga ke banyak hal, termasuk Environmental, Social, and Governance (ESG). Market ini sangat sensitif. Mereka tidak mau produk yang mendukung perang, misalnya. Mereka juga tidak mau properti yang merusak alam," papar Eduard.
Pendekatan yang mengutamakan pengalaman berkelanjutan juga diambil oleh Rumah Atsiri Indonesia. Sejak awal berdiri, mereka senantiasa berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh, dengan gabungan antara pengalaman, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan berlandaskan prinsip ESG, Rumah Atsiri membuka ruang bagi pengunjung untuk merasakan langsung praktik hidup berkelanjutan.
Menurut Natasha Clairine, Director & Founder, Rumah Atsiri Indonesia, keberlanjutan adalah tentang praktik holistik yang memadukan banyak aspek. Ia setuju bahwa ada banyak konsumen yang mencari pengalaman, bukan hanya tempat menginap. Selain itu, Natasha juga senada dengan Eduard: bahwa ada perubahan mindset yang terjadi di gelombang konsumen baru.
"Kalau dari sisi Rumah Atsiri, kami gak sekadar hospitality, ada tournya. Satu hal yang paling kerasa, tamu tuh beda. Zaman dulu lebih banyak ingin dilayani, kalau sekarang lebih ingin terlibat, ingin lebih tahu. Experience ini jadi salah satu kunci. Mereka ingin jadi bagian dan transparansi sebagai bagian dari perjalan mereka," tutur Natasha.
Melalui tiket Green, tiket.com ingin membuat konsep pariwisata berkelanjutan semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan. Untuk mendorong semakin banyak orang untuk tertarik pada konsep sustainable traveling, tiket.com juga menghadirkan promo code STAYGREEN yang berlaku mulai 22 April hingga 3 Mei 2026.
Ke depan, tiket.com akan terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan dengan menghubungkan konsumen dan pelaku industri, sekaligus mendorong praktik yang lebih bertanggung jawab.
“Kami berharap sustainable travel tidak lagi menjadi alternatif, tetapi menjadi pilihan utama. tiket Green adalah langkah kami untuk mendorong perubahan tersebut, baik dari sisi industri maupun perilaku konsumen,” tutup Gaery.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id
































