tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terancam gulung tikar.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Junaidi” (arsip) pada Rabu (03/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Prabowo, Menkeu Purbaya, Dadan Hindayana ketua BGN sebelumnya, dan beberapa logo seperti SPPG dan KPK. Pengunggah juga mengklaim Purbaya akan mengganti MBG dengan uang tunai.
“MBG RESMI DIHAPUS PRABOWO, RIBUAN SPPG TERANCAM GULUNG TIKAR. PURBAYA GANTI MBG DENGAN UANG TUNAI. BGN SAMPAI PUCAT! TERANCAM DI SERET KPK,” begitu narasi tertulis dalam gambar yang diunggah.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (08/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 812 likes, 331 komentar, dan 51 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif dan kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG yang disebut tidak mungkin dihentikan.
“Kalu emang benar ya ak setuju tapi sangat tidak mungkin karna yg pegang MBG itu rata orang kuat jadi sangat sulit,” begitu salah satu komentar dituliskan dalam unggahan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Ari Cendoll Seed” yang diunggah pada obrolan grup “Saling Support Creator Pemula”, “PPG DALJAB 2026”, dan akun Threads @f_parapat. Semua unggahan tersebut menyebarkan klaim bahwa MBG remi dihapus oleh Prabowo dan digantikan dengan uang tunai oleh Purbaya.
Lantas, benarkah MBG resmi dihapus oleh Prabowo dan digantikan dengan uang tunai oleh Purbaya?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Kami justru diarahkan ke akun Instagram @humaspoldajabar yang menyatakan bahwa unggahan foto dengan klaim bahwa Prabowo resmi menghapus MBG adalah tidak benar.
Klaim tersebut beredar di tengah pencopotan, penangkapan, dan penetapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pada Rabu (3/6/2026). Jabatan itu kini diisi oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Prabowo resmi hapus MBG dan Purbaya ganti uang tunai” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman Kompas, yang menyatakan bahwa narasi program MBG dibubarkan yang beredar di media sosial adalah hoaks.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan bahwa program MBG tetap berjalan di tengah pencopotan dan penetapan Dadan sebagai tersangka. Prasetyo juga menyampaikan bahwa pelayanan BGN tidak boleh terganggu sama sekali.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” ucapnya, sebagaimana telah ditulis Kompas.com, Selasa (2/6/2026).
Pemerintah akan melakukan proses evaluasi terhadap seluruh program dan BGN akan memperkuat pengawasannya terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi ini disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago.
Irma Suryani meminta agar BGN memprioritaskan implementasi program MBG kepada anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Adapun perombakan struktur kepemimpinan di BGN bertujuan untuk membawa perubahan lebih baik dalam pelaksanaan program MBG, yaitu dengan pencopotan Dadan sebagai Ketua BGN yang digantikan oleh Nanik, Wakil Ketua BGN.
Selain Dadan, Prabowo juga mencopot dua Wakil BGN lainnya, yakni Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya. Sebagai gantinya, Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono untuk mengisi posisi Wakil Kepala BGN yang baru. Menurut Prasetyo, perombakan dilakukan karena berbagai alasan, salah satunya adalah kualitas makanan.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” kata Prasetyo, Rabu (3/6/2026). Dadan dinilai bermasalah dalam menjalankan standar operasional prosedur pelaksanaan MBG yang menjadi program unggulan Prabowo.
Dalam rangkuman Tirto “Menanti Babak Baru BGN: Bersih-Bersih Korupsi dan Efisiensi MBG,” Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, menata BGN supaya melaju lebih efisien dan tepat sasaran. Sebagai ujung tombak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimodali dengan anggaran jumbo sebesar Rp268 triliun dari APBN 2026.
Nanik menegaskan pemerintah ingin menurunkan anggaran MBG dari sekitar Rp268 triliun melalui efisiensi, tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat. Fokusnya, mampu menekan pemborosan anggaran di berbagai lini pelaksanaan program MBG, sambil menjaga cakupan layanan kepada masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran. Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang,” begitu keterangan Nanik.
Salah satu langkah efisiensi adalah refocusing atau penajaman kembali kelompok penerima manfaat MBG. Ini dilakukan untuk memastikan MBG diberikan kepada masyarakat prioritas yang paling membutuhkan, sehingga distribusi anggaran menjadi lebih efektif.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Prabowo secara resmi menghapus MBG dan Purbaya menggantinya dengan uang tunai adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa Prabowo resmi menghapus MBG dan Purbaya mengganti MBG dengan uang tunai adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Mensesneg menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan, dengan evaluasi yang ketat di tengah perombakan struktur organisasi yang terjadi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menata struktur BGN agar dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran dengan refocusing atau penajaman kembali kelompok penerima manfaat MBG.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id




























