tirto.id - Pelarian pelaku pembunuh aktivis Ermanto Usman masih jadi misteri. Sinta Samuel (51), tetangga korban yang tinggal tepat di sebelah rumah kejadian, mengungkapkan bahwa aksi keji pada Senin (4/3/2026) dinihari tersebut sama sekali tidak tertangkap kamera CCTV miliknya.
"Dari kamera CCTV rumah saya tidak terekam," kata Sinta kepada Tirto di kediamannya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kecamatan Jati Bening, Kota Bekasi pada Rabu (4/3/2026).
Sinta bilang, dirinya tidak mengetahui tindak penyerangan terhadap Ermanto dan juga istrinya, Pasmilawati, yang terjadi pada Senin dinihari. Dia mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah salah satu anak Ermanto berteriak minta tolong karena kamar milik Ermanto dan Pasmilawati terkunci dan tak bisa dibuka.
"Jadi dia [anak Ermanto] minta tolong, 'Tante-tante tolong, Papa mau dibunuh'," Sinta menirukan.
Dirinya yang saat itu sedang memasak di dapur kemudian lari dan berupaya meminta pertolongan. Namun karena kondisi kamar tak bisa dibuka, suami Sinta beserta satpam kompleks dan sejumlah tetangga Ermanto terpaksa memecahkan kaca jendela demi mengeluarkan Ermanto dan istrinya.
"Dan memang korban ada di dalam kamar. Belum bisa dievakuasi karena kendala pintu belum bisa dibuka dan memang mobil juga tidak bisa dikeluarkan karena kuncinya hilang," jelas Sinta.
Dari pengamatan terhadap kondisi luka yang dialami oleh Ermanto dan istrinya, Sinta menduga, kedua korban disakiti dengan hantaman benda tumpul. Dia melihat tidak ada bekas sayatan atau hujaman benda tajam kepada tubuh Ermanto maupun istrinya.
"Yang saya yakin itu benda tumpul ya. Benda tumpul karena tidak ada sayatan atau tusukan yang saya lihat," ujarnya.
Sinta curiga, pembunuh Ermanto berjumlah lebih dari satu. Pelaku, kata dia, kemungkinan masuk lewat pagar kompleks yang tingginya sekitar dua meter untuk menghindari pantauan warga. Menurutnya, pagar tembok tersebut mudah diakses karena terhubung langsung dengan arus lalu lintas jalan artileri Kalimalang.
"Ya setelah ini kami sudah mengusulkan ke pengurus RT/RW untuk melakukan pengamanan terutama pagar depan kami ini sangat pendek, kami usulkan agar sesegera mungkin dibuat peninggian," jelasnya.
Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan garis polisi masih menyisakan di depan kamar Ermanto. Sedangkan Pasmilawati selaku istri Ermanto selamat dari kejadian tersebut dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Primaya Bekasi.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






























