tirto.id - Telkomsel mulai memperluas pemanfaatan jaringan 5G dari layanan telekomunikasi konsumen ke pelaku industri melalui solusi 5G Enterprise Network Solutions (ENS). Sektor manufaktur menjadi salah satu ruang yang dibidik, seiring kebutuhan industri terhadap konektivitas yang mendukung otomasi, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan (AI).
Salah satu implementasinya dilakukan di kawasan smart manufacturing Pegatron di Batam. Telkomsel mengembangkan jaringan private 5G/5G-Advanced (5G-A) di fasilitas Pegaunihan dengan luas mencapai 85.000 meter persegi.
Berbeda dengan jaringan 5G publik, private 5G dirancang khusus untuk kebutuhan lingkungan industri. Jaringan ini memungkinkan perusahaan mengelola konektivitas secara lebih terkontrol untuk mendukung operasional, mesin, dan sistem digital di dalam fasilitas produksi.
Implementasi tersebut menjadi bagian dari proyek “Accelerating Industry 4.0: How Telkomsel Forged Indonesia’s National 5G Smart Manufacturing Benchmark”. Proyek itu kemudian mengantarkan Telkomsel meraih Market Development Award – 5G Enterprise Network Solutions (ENS) dalam GTI Awards 2026 yang diumumkan pada rangkaian Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol, 13 Maret 2026.
Di fasilitas Pegatron, teknologi 5G digunakan untuk mengintegrasikan sistem digital dengan mesin yang sudah beroperasi. Pemanfaatan konektivitas tersebut juga diarahkan untuk mendukung otomasi dan analitik sehingga proses produksi dapat berjalan lebih responsif.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, mengatakan pemanfaatan 5G dan AI di sektor industri dapat membuka peluang ekonomi baru.
“Teknologi seperti 5G dan AI harus memudahkan industri, membuat proses lebih cepat, efisien, dan andal,” kata Wong merujuk keterangan resmi pada Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, pengalaman di sektor manufaktur menunjukkan teknologi dapat digunakan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia. Telkomsel pun berkomitmen memperluas pemanfaatan 5G dan 5G-A untuk menghadirkan solusi industri yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Bagi Telkomsel, ekspansi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan 5G tidak berhenti pada kebutuhan konsumen seperti akses internet seluler. Teknologi ini juga dapat menjadi infrastruktur bagi kebutuhan bisnis dengan karakteristik yang lebih spesifik, termasuk manufaktur.
General Manager Pegatron Broadband Products Business Group, C.Y. Feng, mengatakan penerapan private 5G membantu perusahaan mengelola produksi secara lebih responsif dan presisi.
“Jaringan private 5G yang dipadukan dengan otomasi dan analitik memungkinkan kami mengelola produksi dengan lebih responsif dan presisi,” ujar Feng.
Implementasi di Pegatron sekaligus memberi Telkomsel contoh penerapan solusi 5G untuk sektor industri di Indonesia. Model serupa berpotensi dikembangkan untuk kebutuhan sektor lain yang memerlukan konektivitas khusus, seperti logistik, kesehatan, dan kota cerdas.
GTI Awards merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada inovasi dan praktik komersial terkait pengembangan 4G, 5G, dan 5G-A. Aliansi Global TD-LTE Initiative (GTI) beranggotakan operator dan perusahaan teknologi yang mendorong pengembangan teknologi tersebut di berbagai sektor.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































