Menuju konten utama

Tanggal 25 Mei Hari Apa? Ada Hari Sepak Bola Internasional

Hari Sepak Bola Sedunia, Hari Tiroid Sedunia, hingga Hari Afrika, simak peringatan pada 25 Mei dan maknanya.

Tanggal 25 Mei Hari Apa? Ada Hari Sepak Bola Internasional
Sejumlah anak bermain sepak bola di tepi Kanal Banjir Barat di kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu, (25/8/2021). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Tanggal 25 Mei akan akan diperingati dengan sejumlah hari penting. Salah satu peringatan 25 Mei ialah Hari Sepak Bola Dunia. Selain itu, ada beberapa peringatan internasional lainnya yang juga jatuh pada hari ini. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya.

Peringatan juga hadir dari dunia kesehatan lewat Hari Tiroid Sedunia. Peringatan ini menjadi pengingat global akan pentingnya menjaga kesehatan kelenjar tiroid yang kerap luput dari perhatian banyak orang.

Sementara itu, benua Afrika pun tak ketinggalan mendapatkan sorotan pada tanggal ini lewat peringatan Hari Afrika. Momen ini menjadi refleksi atas perjuangan negara-negara Afrika dalam meraih kemerdekaan, serta upaya untuk memperkuat solidaritas dan pembangunan regional.

Hari Sepak Bola Sedunia

Dunia sepak bola mendapatkan pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lewat sidang Majelis Umum yang digelar pada 7 Mei 2024, organisasi internasional tersebut menetapkan 25 Mei sebagai World Football Day, atau Hari Sepak Bola Sedunia.

Penetapan ini bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati satu abad sejak digelarnya turnamen sepak bola internasional pertama dengan cakupan global yang berlangsung di Paris, tepat pada 25 Mei 1924, sebagai bagian dari Olimpiade Musim Panas.

Dalam resolusi yang disahkan dengan nomor A/RES/78/281, PBB menyoroti luasnya pengaruh sepak bola yang melampaui lapangan hijau. Permainan si kulit bundar telah merambah bidang ekonomi, hubungan antar-bangsa, hingga perdamaian. Sepak bola dinilai mampu menjadi jembatan sosial dan ruang kolaborasi lintas budaya.

FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia, disebut memiliki peran penting dalam perkembangan olahraga ini, bersama federasi regional, nasional, serta organisasi-organisasi terkait lainnya.

Resolusi PBB itu juga menyebut pentingnya peran olahraga, khususnya sepak bola, dalam mendukung pembangunan global dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan.

Tak hanya itu, PBB juga mengajak negara-negara anggota, lembaga-lembaga di bawah naungan PBB, komunitas akademik, masyarakat sipil, hingga sektor swasta untuk turut merayakan Hari Sepak Bola Sedunia.

Bentuk perayaan bisa beragam, mulai dari program edukasi, kampanye kesadaran, hingga kebijakan publik yang mendorong gaya hidup aktif dan inklusif melalui sepak bola.

Hari Tiroid Sedunia

Hari Tiroid Sedunia pertama kali dideklarasikan pada 25 Mei 2007 oleh Federasi Tiroid Internasional dan mulai dirayakan pada 2008. Tanggal 25 Mei dipilih untuk menghormati kelahiran European Thyroid Association (ETA) pada 25 Mei 1965, pelopor inisiatif tersebut.

Meskipun tidak diselenggarakan resmi oleh federasi, peringatan ini didukung luas oleh organisasi kesehatan global seperti Chinese Society of Nuclear Medicine, Chinese Society of Endocrinology, dan Asia Oceania Thyroid Association.

Gangguan tiroid seperti hipotiroidisme, hipertiroidisme, dan kanker tiroid memengaruhi sekitar 200 juta orang di dunia, dengan banyak kasus tak terdiagnosis.

Melalui Hari Tiroid Sedunia dan Pekan Kesadaran Tiroid Internasional (22-28 Mei), para ahli menekankan pentingnya edukasi, pencegahan, dan deteksi dini guna meningkatkan kualitas hidup penderita.

Hari Afrika

Tanggal 25 Mei diperingati sebagai Hari Afrika, yang menandai berdirinya Organisasi Persatuan Afrika (OAU) pada 1963 di Addis Ababa. Organisasi ini dibentuk untuk menyatukan negara-negara Afrika yang baru merdeka dari kolonialisme, memperjuangkan solidaritas, kedaulatan, dan menghapus penjajahan.

Pada 2002, OAU bertransformasi menjadi Uni Afrika (AU) dengan fokus lebih luas pada integrasi sosial-ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Berakar dari semangat Pan-Afrikanisme sejak abad ke-19, gerakan ini semakin menguat pasca Perang Dunia II. Kongres Pan-Afrika 1945 di Manchester mempertemukan tokoh-tokoh kemerdekaan seperti Kwame Nkrumah dan Jomo Kenyatta. Ghana menjadi negara sub-Sahara pertama merdeka pada 1957, memicu gelombang kemerdekaan di seluruh benua.

Hari Afrika kini menjadi momentum refleksi atas perjuangan masa lalu sekaligus ajakan membangun masa depan. Uni Afrika berperan sebagai wadah kerja sama untuk mewujudkan visi Afrika yang damai, bersatu, dan sejahtera.

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Yulita Putri

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yulita Putri
Penulis: Yulita Putri
Editor: Dicky Setyawan