tirto.id - Simpanan orang kaya dengan saldo di atas Rp5 miliar melonjak 21,6 persen pada kuartal I-2026. Tabungan ini menjadi pendorong utama pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional yang tercatat sebesar 13,57 persen secara agregat.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menjelaskan kenaikan simpanan kelompok kaya ini tidak terlepas dari penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Untuk simpanan yang di atas Rp5 miliar per Maret 2026 tumbuhnya 21,6 persen. Ini karena ada pengaruh dari penempatan dana SAL pemerintah di Bank Himbara,” katanya dalam Konferensi Pers KSSK, Kamis (7/5/2026).
Namun, ia mengungkapkan meski tanpa adanya penempatan SAL sebesar Rp300 triliun oleh pemerintah ke Bank Himbara, pertumbuhan simpanan di atas Rp5 miliar tetap mencapai 9,6 persen.
“Namun, kalau saya berandai-andai tanpa menghitung dana pemerintah pun, masih tetap tumbuh 9,6 persen. Secara natural kita tumbuh, apalagi dana pemerintah ditempatkan di Himbara juga menambah jumlah pertumbuhan dari simpanan,” ucapnya.
Di sisi lain, Anggito juga menepis kekhawatiran bahwa gejolak ekonomi global memengaruhi perilaku masyarakat dalam menyimpan uang. "Jawabannya tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola atau behavior dari simpanan kita," tuturnya.
LPS juga mencatat simpanan di bawah Rp100 juta, yang mencerminkan kelompok masyarakat kelas menengah, masih tumbuh positif sebesar 1,84 persen per Maret 2026. Meski lebih lambat, Anggito menyebut angka ini sebagai sinyal stabilitas.
Porsi simpanan terhadap total nasional menunjukkan ketimpangan yang cukup lebar. Saldo di bawah Rp100 juta mengisi porsi 11,26 persen dari seluruh simpanan, sementara saldo di atas Rp5 miliar menguasai porsi dominan, yaitu 57,88 persen.
“Nominal simpanan di atas Rp5 miliar adalah 57,88 persen dari seluruh simpanan,” kata dia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






































