Menuju konten utama

Strategi Kemenhub Cegah Penumpukan di Rest Area saat Arus Mudik

Kemenhub akan menyulap jembatan timbang untuk digunakan sebagai rest area di beberapa titik guna mencegah penumpukan saat arus mudik.

Strategi Kemenhub Cegah Penumpukan di Rest Area saat Arus Mudik
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meghadiri apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). tirto.id/ Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusun strategi untuk menambah jumlah rest area selama masa mudik dan balik Lebaran 2026. Hal itu dilakukan demi mencegah penumpukan di rest area yang akan berdampak pada kemacetan.

Demi kelancaran arus mudik, Kemenhub akan menyulap

jembatan timbang untuk digunakan sebagai rest area di beberapa titik.

"Dari Kementerian Kesehatan juga akan memanfaatkan puskesmasnya untuk sebagai rest area," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meghadiri apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Dudy menerangkan dengan penambahan rest area diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan.

Lebih lanjut, Dudy mengungkap yang menjadi perhatian juga kepada pemudik dengan kendaraan roda dua. Oleh karena itu, di jalur arteri juga disediakan rest area yang dapat membuat nyaman saat beristirahat.

"Selanjutnya, juga di penyeberangan kami menyiapkan dua titik penyeberangan yang menjadi pusat perhatian masyarakat yang berkaitan dengan angkutan lebaran ini adalah khususnya di penyeberangan Merak," ungkap Dudy.

Dudy menyebutkan dalam Operasi Ketupat 2026 terdapat empat pelabuhan yang dioperasionalkan. Mulai dari Merak-Bakauni dan Ketapang-Gilimanuk.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Total 161.243 personel gabungan yang dilibatkan dalam operasi terpusat ini.

Operasi Ketupat 2026 ini akan diselenggarakan mulai 13-25 Maret 2026 dengan 185.607 objek pengamanan yang terdiri dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara. Selama operasi ini, didirikan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.

Sigit mengatakan selama masa libur lebaran ini juga harus diantisipasi kondisi cuaca. Pasalnya, BMKG memprediksi secara umum Indonesia dalam kondisi berawan hingga hujan lebat. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada tahap pra, saat, dan pascabencana,” ungkap Sigit.

Baca juga artikel terkait KEMENHUB atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama