Menuju konten utama
Debat Capres-Cawapres 2024

Strategi Capres Bawa Indonesia Berperan di Kancah Politik Dunia

Debat ketiga Pilpres 2024 menjadi momen pembuktian bagaimana para capres membawa Indonesia bersaing dan berperan di kancah dunia.

Strategi Capres Bawa Indonesia Berperan di Kancah Politik Dunia
Suasana debat perdana Calon presiden nomor urut satu Ganjar Pranowo (kiri), Calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto (tengah), dan Calon presiden nomor urut satu Anies (kanan) Baswedandan di Halaman gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (12/12/2023). Debat capres perdana dengan tema "'Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi" berlangsung selama 120 menit. Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat nanti.

tirto.id - Peran Indonesia di panggung Internasional punya peluang untuk terus melejit lewat kebijakan politik luar negeri yang relevan. Kepala negara memiliki peran penting untuk menakhodai Indonesia terlibat aktif dalam pelbagai kebijakan global. Agenda debat ketiga Pilpres 2024 menjadi momen pembuktian bagaimana para calon pemimpin membawa Indonesia bersaing dan berperan di kancah dunia.

Debat yang diikuti tiga kandidat capres, yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo ini membahas tema pertahanan, keamanan, hubungan Internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. Debat akan dilangsungkan, Minggu (7/1/2024), di Istora Senayan, Jakarta. Tema debat kali ini diharapkan menggali gagasan para capres, terkait rencana membawa Indonesia berperan lebih dalam kancah geopolitik dan geoekonomi dunia.

Keterlibatan peran Indonesia diharapkan mampu memunculkan atmosfer yang lebih adil dan tidak semata dikendalikan oleh negara-negara besar. Ada potensi besar menggarap pengaruh kekuatan Indonesia dengan tetap berlandaskan kepentingan nasional. Amanat menjadi tuan rumah lewat Keketuaan G20 dan ASEAN beberapa waktu lalu, setidaknya bisa dilihat sebagai momentum kebangkitan mengoptimalkan potensi.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan (UPH), Edwin Martua Bangun Tambunan, menyatakan dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan internasional menunjukkan kredibilitas Indonesia. Terlepas dari kepentingan negara-negara peserta, kata dia, kepercayaan yang diberikan menunjukkan menguatnya posisi Indonesia di mata mereka.

“Indonesia diperhitungkan memiliki kekuatan yang tidak dapat diabaikan untuk penanganan masalah-masalah global,” kata Edwin dihubungi reporter Tirto, Kamis (4/1/2023).

Menurut Edwin, sudah seharusnya kesempatan tersebut dijadikan momentum dan dipelihara untuk memperkuat pengaruh global Indonesia. Dia memandang, salah satu cara efektif untuk menaikkan posisi suatu negara dalam sistem internasional, adalah menjadikannya hadir dalam orbit negara-negara besar.

“Salah satunya melalui kiprah diplomasi di forum multilateral dan perhelatan global,” tambah dia.

Indonesia sudah berperan besar dalam Pandangan Indo-Pasifik ASEAN (AOIP) dan Forum Indo-Pasifik ASEAN (AIPF) di ASEAN. Maka, politik luar negeri yang digagas capres-cawapres perlu membuat Indonesia tidak hanya aktif, tapi juga semakin berpengaruh dalam forum global. Kandidat jangan terjebak gagasan pragmatis atau bahkan kelewat idealis, yang berisiko merusak posisi tawar Indonesia.

“Menjadikan Indonesia sebagai kekuatan seharusnya menjadi tanggung jawab konstitusional setiap calon pemimpin negeri ini,” ujar Edwin.

Dia menambahkan, amanat alinea keempat dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, hanya akan terwujud apabila Indonesia berubah menjadi kekuatan besar di panggung internasional.

“Kiprah Indonesia cenderung menguat, bahkan mengesankan. Kiprah diplomasi Indonesia yang diperhitungkan di berbagai forum multilateral menunjukkan menguatnya pengaruh Indonesia,” tutur Edwin.

Modal dan Tantangan

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menyebut dibanding dua puluh sampai tiga puluh tahun ke belakang, Indonesia sudah berproses menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan politik global yang diperhitungkan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator, termasuk di dalamnya perkembangan ekonomi di berbagai sektor yang membaik dalam dua dekade terakhir.

“Apalagi setelah reformasi dan beberapa pencapaian politik lainnya, termasuk di dalamnya misalnya penyelenggaraan pemilihan umum langsung,” kata Yusuf kepada reporter Tirto, Kamis (4/1/2024).

Indikator lain misal, kata dia, status Indonesia yang berubah dari negara berpendapatan rendah (low income country) menjadi negara berpendapatan menengah (middle income country). Indonesia juga telah tergabung dalam beberapa perjanjian perdagangan strategis yang menunjukkan negeri ini diperhitungkan dalam tatanan ekonomi dan politik global.

“Sebagai ketua G20 kemudian juga ketua ASEAN, merupakan beberapa gambaran kecil terkait bagaimana global mengakui Indonesia sebagai salah satu negara strategis dalam kancah perpolitikan dan ekonomi global saat ini,” ujar Yusuf.

Konstitusi mengamanatkan Indonesia menerapkan prinsip bebas aktif di kancah politik dunia. Indonesia bisa terus terlibat di dalam gerakan menjaga perdamaian dunia dan menghormati kemerdekaan setiap bangsa, namun menerapkan prinsip tidak memihak.

Dalam upaya menjaga perdamain, baru-baru ini Indonesia dipercaya oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk berdialog dengan Amerika Serikat terkait gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Palestina. Namun, hasil yang didapat memang masih jauh dari harapan.

Di ASEAN sendiri, Indonesia sebagai pemimpin de facto sebetulnya mampu lebih giat mempromosikan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC).

Di sisi lain, Yusuf menyatakan bahwa potensi dan peluang yang dimiliki Indonesia memang harus berhadapan dengan sejumlah tantangan. Misalnya dalam konteks ekonomi, Indonesia masih punya pekerjaan rumah dalam menyelesaikan masalah-masalah fundamental, termasuk besarnya ketergantungan terhadap produk impor.

“Kemandirian pangan yang juga belum terjalankan dengan paripurna, karena di beberapa komoditas pangan kita juga masih impor padahal kita punya potensi untuk memproduksi sendiri,” terang dia.

Sementara itu, Pengajar Hubungan Internasional sekaligus pendiri Independent Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menilai saat ini peluang Indonesia bersaing dengan negara-negara besar di kancah global memang ada, tetapi bekalnya belum cukup memadai. Dia menyatakan bahwa ketiga capres perlu gagasan yang konkrit dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Mengimbangi kekuatan besar butuh konsep menghadapi polar-polar baru dunia seperti AS, Cina, Rusia, dan India. Tidak satupun capres yang bicara soal ini,” ujar Dinna kepada reporter Tirto.

Dia menambahkan, Indonesia tidak bisa sebatas retorika di forum-forum multilateral yang sedang merosot pamornya. Konsepsi bebas aktif yang dimulai pada masa perang dingin, kata dia, tidak dapat sekadar diulang karena sudah berbeda konteks dan ekspektasinya.

“Jangan cuma bilang ingin supaya gerakan non-blok, karena dulu kerja-kerja blusukan dan membangun pengaruh di Asia-Afrika konkret, bahkan filosofinya diakui,” kata Dinna.

Secara ekonomi, kata dia, Indonesia belum dapat dikatakan kuat karena sebatas menjaga stabilitas ekonomi domestik. Sehingga belum memberikan dampak yang luas ke kawasan.

Dinna menilai negara-negara ASEAN masih sebatas formalitas saja duduk bersama dengan Indonesia. “Mereka lebih andalkan nego bilateral, baik dengan sesama ASEAN maupun dengan di luar ASEAN,” tutur Dinna.

Rencana Kubu Paslon Capres-Cawapres

Juru Bicara Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Cheryl Tanzil, menyatakan paslon nomor urut 2 akan memperjuangkan equal playing field untuk Indonesia dalam negosiasi-negosiasi ekonomi global. Prabowo-Gibran, kata dia, akan melanjutkan program hilirisasi nikel yang akan dilebarkan menjadi hilirisasi mineral-mineral lain yang berpotensi di tanah air.

“Kami tidak akan menyerahkan bahan mentah mineral dijual ke asing meski ada tekanan Uni Eropa,” kata Cheryl kepada reporter Tirto, Kamis (4/1/2024).

Untuk rencana geopolitik, menurut Cheryl, capres Prabowo Subianto mendukung tatanan internasional berbasis aturan. Selain itu, pihaknya akan terus memperkuat alutsista sebagai bentuk memperkuat pertahanan negara.

Dia optimistis Prabowo menampilkan performa terbaik dalam agenda debat mendatang, karena memiliki latar belakang yang mumpuni. “Persiapannya jaga kesehatan dan tetap fokus menjalankan tugas-tugas menteri pertahanan. Kan itu bagian dari menjalankan fungsi geopolitik juga,” sebut Cheryl.

Sementara itu, Juru bicara Tim Nasional Pemenangan (Timnas) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Surya Tjandra, menyatakan komunikasi yang baik dari pemimpin negara akan memperkuat hubungan dengan negara-negara besar lain. Paslon nomor urut 1, membawa prinsip kekuatan cerdas bebas nilai yang akan dilakukan dalam bernegosiasi dengan negara maju.

“Dengan pengalaman studi di luar negeri dengan aktivitas global yang sangat aktif, didukung kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni, rasanya capres Anies Baswedan akan bisa melakukan itu,” kata Surya kepada Tirto.

Surya menilai, Indonesia adalah negara super power untuk urusan lingkungan, dengan relatif masih luasnya hutan yang dapat menahan laju emisi. Seluruh negara di dunia, kata dia, saat ini sedang peduli dengan isu perubahan iklim.

“Karena itu diplomasi lingkungan yang mempertimbangkan target capaian SDGs dan indeks pembangunan manusia akan menjadi pintu masuk kita bernegosiasi dengan negara-negara maju,” tambah dia.

Di sisi lain, Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Guntur Lebang, menyebut paslon nomor urut 3 memandang sistem dunia saat ini cenderung tidak menguntungkan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Konflik geopolitik saat ini seakan-akan memaksa negara berkembang untuk memilih kubu.

“Untuk itu, sejalan dengan cita-cita Bung Karno, kita harus mendorong geopolitik yang progresif,” tutur Guntur kepada reporter Tirto, Kamis (4/1/2024).

Guntur menilai, potensi-potensi Indonesia di mata dunia, seperti negara demokrasi dengan mayoritas penduduk beragama muslim terbesar, negara dengan pengguna internet yang tumbuh dengan cepat, hingga negara kepulauan, dapat menjadi strategi utama. Ganjar-Mahfud akan tetap menerapkan prinsip bebas-aktif sebagai pegangan.

“Yang diperlukan adalah redefinisinya, agar sesuai dengan konteks kekinian. Misal, aktif di sini adalah kita akan terus mengedepankan mekanisme multilateral yang memberikan posisi yang seimbang bagi setiap negara dan menghindari terseret pada persaingan kawasan,” jelas Guntur.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Politik
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Abdul Aziz