tirto.id - Jenazah pramugari Esther Aprilita (26) berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan. Esther merupakan korban pesawat ATR 42-500 PK THT yang jatuh di Maros, Sulsel.
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes dr Muhammad Haris, mengonfirmasi jenazah pada kantong jenazah PM 62b.04 adalah Esther Aprilita, pramugari maskapai Indonesia Air Transport.
Tim mengidentifikasi berdasarkan pemeriksaan post mortem jenazah, yang tiba Kamis malam (22/1/2026), cocok dengan data ante mortem 002.
Hasil pemeriksaan sidik jari, geligi, properti, dan ciri-ciri fisik, cocok dengan data ante mortem Esther Aprilita, warga Perumahan Bukit Rancamaya, Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Profil Esther Aprilita Sianipar Pramugari Korban ATR 42-500
Esther Aprilita Sianipar adalah seorang pramugari berpengalaman yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Ia merupakan perempuan keturunan Batak, lahir dari pasangan Adi Sianipar dan J. Siburian.
Esther dan keluarganya menetap di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan dikenal sebagai sosok yang tangguh dan penuh tanggung jawab.
Sebagai kakak, Esther selalu menjadi teladan bagi adik-adiknya dan menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga meskipun memiliki kesibukan tinggi sebagai kru penerbangan.
Esther mengabdi sebagai pramugari selama 6 hingga 7 tahun, meniti karier yang membawanya menjadi anggota kru senior dengan pengalaman di berbagai rute penerbangan.
Esther menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, mengambil jenjang Sarjana Ilmu Komunikasi sejak 27 Desember 2019. Status terakhirnya tercatat sebagai mahasiswa non-aktif pada semester Ganjil 2025/2026.
Selain kehidupan profesional dan akademiknya, Esther dikenal sebagai pribadi yang hangat dan baik hati. Ia memiliki anjing peliharaan bernama Millie dan akun TikTok dengan username @estherapril01.
Menurut orang tuanya, komunikasi terakhir dengan Esther terjadi pada Jumat (16/1/2026), sehari sebelum tragedi kecelakaan, saat ia masih berada di Yogyakarta dan sempat mengirim pesan kepada orang tuanya.
Hal ini menjadi momen yang mengharukan bagi Adi dan J. Siburian, karena Esther bahkan sempat meminta maaf jika pernah melakukan kesalahan kepada mereka atau adik-adiknya, sesuatu yang jarang ia lakukan.
Update Pencarian Korban ATR 42-500

Dari unggahan akun Instagram resmi @kantorsar_makassar dan @sar_nasional, diketahui jika tim SAR gabungan per hari ini, Jumat, telah berhasil menemukan kesepuluh korban pesawat ATR 42-500.
“Sepuluh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan, proses evakuasi masih terus berjalan,” tulis @kantorsar_makassar sebagai caption dalam unggahan video yang menggambarkan suasana haru para petugas di posko pencarian karena berhasil menemukan semua korban.
Dari 10 korban yang ditemukan, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi sebagai Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan seorang korban berjenis kelamin wanita adalah pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono.
Jenazah Deden ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sedangkan jenazah Florencia ditemukan Senin (19/1/2026).
Saat ini semua korban yang berhasil ditemukan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk identifikasi.
Seluruh korban yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Berikut adalah daftar nama yang berada di dalam pesawat tersebut:
Kru Pesawat
- Capt. Andy Dahananto (Pilot)
- Farhan Gunawan (Co-pilot/First Officer)
- Hariadi (Flight Operations Officer)
- Restu Adi P. (Engineer)
- Dwi Murdiono (Engineer)
- Florencia Lolita Wibisono (Pramugari)
- Esther Aprilita S. (Pramugari)
Penumpang
- Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas)
- Deden Mulyana (Pengelola BMN)
- Yoga Noval (Operator Foto Udara)
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































