Menuju konten utama

Soal Jatah Menteri, AHY: Kami Tak Ingin Ganggu Pikiran Prabowo

AHY tak punya patokan berapa jumlah kursi menteri yang akan didapat oleh Demokrat di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Soal Jatah Menteri, AHY: Kami Tak Ingin Ganggu Pikiran Prabowo
Ketua Umum Partai Demokrat cum Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara Penyerahan Sertipikat Elektronik Aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung, Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Selasa (2/3/2024). tirto.id/M. Irfan Al Amin

tirto.id - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, angkat bicara perihal kans menteri yang saat ini masih diperbincangkan dengan calon presiden terpilih Prabowo Subianto. Dirinya mengungkapkan bahwa kesempatan yang diberikan oleh Prabowo kepada Demokrat untuk mengusung nama menteri merupakan hal yang telah dinantikan partai tersebut selama sembilan tahun sejak 2014.

"Tentu kami keluarga Demokrat ingin mempersiapkan diri, karena ini yang kami tunggu sembilan tahun terakhir. Ketika kami berada di luar pemerintahan, kapan saatnya Demokrat bisa kembali diperankan dalam pemerintahan nasional, itulah yang menjadi semangat kami," kata sosok yang akrab disapa AHY di Balai Agung, Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Mengenai kursi menteri, AHY menegaskan tak akan bersikap seperti partai lain yang telah mematok jumlah kursi. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo dengan alasan tak ingin mengganggu pikirannya dalam proses transisi jabatan.

"Saya sampaikan beberapa saat lalu, kami tidak ingin mengganggu pikiran Pak Prabowo dengan hal lain. Kita ingin memberikan support, termasuk melalui usulan melalui hal-hal yang perlu kita prioritaskan dalam pembangunan lima tahun ke depan," kata dia.

AHY hanya bisa menjamin bahwa kader yang memenuhi kualifikasi yang akan diberi jabatan menteri.

"Yang jelas apa yang beliau sampaikan yaitu Pak Prabowo kepada saya, tolong disiapkan kader-kader yang bagus, yang baik, yang punya kapasitas juga untuk membantu pemerintahan ke depan," kata dia.

AHY menerangkan, selama di luar pemerintahan alias oposisi dirinya dan Demokrat mengalami kesulitan dalam bergerak. Menurutnya, menjadi bagian dari kekuasaan dapat memudahkan saat bekerja membantu masyarakat, terutama konstituen yang telah memilih partainya.

"Kita ingin berbuat dengan lebih konkret, lebih nyata. Karena melalui pemerintahan eksekutif kita bisa memperjuangkan secara lebih nyata segala aspirasi rakyat," kata dia.

Dirinya juga berseloroh bahwa posisinya sebagai Menteri ATR/BPN menjadi jalan cepat untuk masuk kabinet sebelum Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik. Menurutnya, hal itu menjadi kesempatan untuk dirinya dan Demokrat dalam proses transisi pemerintahan.

"Tentu ini menjadi kesempatan yang sangat baik, karena artinya Demokrat dilibatkan dalam sebuah masa yang penting, sebuah transisi kepemimpinan nasional," kata AHY.

Baca juga artikel terkait AHY atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Anggun P Situmorang