Menuju konten utama

Update Info Korban Tanah Longsor di Banjarnegara & Cilacap

Poses pencarian korban tanah longsor Banjarnegara berlangsung hingga Selasa (25/11). Sementara, pencarian korban longsor Cilacap ditutup Sabtu (22/11).

Update Info Korban Tanah Longsor di Banjarnegara & Cilacap
Sepeda motor yang rusak terdampak bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

tirto.id - Update info korban tanah longsor Banjarnegara dan Cilacap hingga hari Senin, 24 November 2025, menjadi perhatian banyak pihak seiring operasi pencarian longsor yang diperpanjang.

Bencana tanah longsor melanda Banjarnegara, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, pada Sabtu (15/11/2025).

Berdasarkan pengamatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), longsor di Banjarnegara dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, tebing runtuh, menimpa area perkebunan serta persawahan warga, serta mengancam pemukiman di sekitarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah bersama Basarnas resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan korban tanah longsor di Desa Cibeunying pada Sabtu sore (22/11).

Penutupan operasi di hari ke-10 dilakukan setelah keluarga dua korban yang belum ditemukan menyatakan ikhlas dan menyetujui penghentian operasi.

Situasi Terkini Korban Tanah Longsor di Banjarnegara & Cilacap

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, selama tiga hari, mulai Minggu (23/11) hingga Selasa (25/11).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat evaluasi di Pendopo Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (22/11). Keputusan ini juga didukung oleh kondisi cuaca yang relatif kondusif berkat modifikasi cuaca membuat pencarian dapat dilakukan optimal.

Pada perpanjangan operasi tersebut, terdapat tambahan alat berat berkapasitas besar. Adapun penambahan tersebut berupa tiga alat berat PC 200 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).

Berdasarkan data terbaru yang diperbarui pada Sabtu (22/11/2025), 12 korban tanah longsor Banjarnegara yang ditemukan dan 16 orang masih dalam pencarian.

Dari jumlah korban yang ditemukan, dua korban ditemukan pada hari ke-7 operasi penyelamatan, Sabtu (22/11/2025).

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan dua korban yang ditemukan dan telah dievakuasi tersebut berjenis kelamin perempuan.

"Kedua korban ditemukan di sektor B di kedalaman 3 meter," kata Budiono, dikutip dari Antaranews, Sabtu (22/11/2025).

Satu korban yang sudah teridentifikasi, diketahui bernama Aminah (90). Adapun satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Penemuan dua korban terbaru tidak terlepas dari peran anjing pelacak serta alat berat yang mempercepat proses pembukaan akses menuju lokasi bencana.

Pada hari kedelapan operasi, Minggu (23/11), pencarian tetap akan dilakukan di sektor A, B, dan C dengan fokus pada titik-titik yang dicurigai berdasarkan informasi anjing pelacak K-9, pihak keluarga, serta analisis tim SAR.

Kemudian, bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11) pekan lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Longsor menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Setelah 10 hari pencarian, pencairan korban longsor di Desa Cibeunying resmi diberhentikan pada hari ke-10. Keputusan ini diambil setelah keluarga dua korban yang belum ditemukan menyatakan ikhlas dan menyetujui penghentian operasi.

“Operasi pencarian dinyatakan ditutup pada hari Sabtu (22/11), pukul 16.00 WIB,” kata Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, dikutip dari Antaranews, Sabtu (22/11).

Adapun dua korban yang belum ditemukan adalah Maysarah Salsabila (14) dari keluarga Parkim di Worksite A-1 dan Vani Hayati Lanjarsari (12) dari keluarga Irwanto di Worksite B-1.

Sebelum resmi diberehentikan pada pencarian hari ke-10, proses pencarian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) operasi SAR, yakni masa pencarian tujuh hari pertama kemudian diperpanjang tiga hari.

Berdasarkan data hingga hari ke-10 operasi pencarian, Sabtu (22/11), pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, tercatat sebanyak 21 orang. Sementara dua warga tidak ditemukan dalam pencarian.

Baca juga artikel terkait KORBAN TANAH LONGSOR atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo