Menuju konten utama

Update Korban Longsor Banjarnegara 2025 dan Kebutuhan Penyintas

Korban longsor Banjarnegara terdapat 3 orang tewas dan 25 orang lainnya hilang. Simak situasi terkini dan berbagai kebutuhan mendesak para penyintas.

Update Korban Longsor Banjarnegara 2025 dan Kebutuhan Penyintas
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). Pada hari keempat pukul 13.48 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu jenazah korban yang tertimbun tanah longsor, dan pencarian terhadap 25 korban lainnya yang diduga masih tertimbun terus dilanjutkan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

tirto.id - Salah satu wilayah di Kabupaten Banjarnegara mengalami bencana alam longsor pada Sabtu (15/11/2025). Longsor Banjarnegara 2025 akibat hujan lebat ini terjadi di daerah Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Bagaimana keadaan hari ini dan kebutuhan yang diperlukan penyintas?

Peristiwa tanah longsor dapat terjadi apabila hujan lebat menyebabkan tebing di daerah tersebut runtuh. Reruntuhannya menimpa sejumlah pemukiman, perkebunan, dan persawahan warga setempat seperti Banjarnegara.

"Longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing runtuh, menimpa area perkebunan serta persawahan warga, dan mengancam pemukiman di sekitarnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari seperti dirilis laman resmi BNPB.

Bencana alam ini menyebabkan lebih dari 280 Kartu Keluarga (KK) atau sebanyak 660 jiwa mengungsi. Selain itu, ditemukan pula korban luka dan kerusakan material. BNPB bersama elemen lain terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.

Update Korban dan Situasi Terkini

Update data korban longsor Banjarnegara yang meninggal dunia mencapai 3 orang per Rabu (19/11/2025) pukul 14.20 WIB. Sementara itu, 25 orang lainnya hilang dan masih dalam masa pencarian.

Angka korban tewas itu bertambah setelah Tim SAR berhasil menemukan satu jenazah pada Rabu kemarin. Data terbaru mengenai penyintas longsor Banjarnegara 2025 kini hampir mencapai ribuan jiwa.

Berdasarkan data posko penanganan darurat BNPB, penyintas mencakup 335 KK atau kurang lebih 934 jiwa. Angka tersebut meliputi penyintas laki-laki sebanyak 454 orang dan perempuan 480 orang.

Situasi terkini longsor Banjarnegara sudah menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut mencakup 128 rumah rusak ringan dan 54 rumah rusak berat.

Dampak lainnya berupa kendala dalam jaringan listrik, irigasi, dan fungsi jalan raya sepanjang kurang lebih 800 meter. Satu bangunan masjid mengalami rusak berat dan dua musala rusak ringan. Longsor Banjarnegara juga mengakibatkan hilangnya 125 ekor kambing, 5 ekor sapi, dan 2 unit warung.

Penanganan bencana masih berlanjut hingga sekarang. Pencarian korban memanfaatkan metode manual dan penggunaan alat berat. Ada pula upaya monitoring geologi, layanan psikososial dan kesehatan, pendampingan, pengadaan dapur umum, pemakaman, dan evaluasi harian.

Hari ini, Kamis (20/11/2025), tim penyelamat mengagendakan berbagai aktivitas. Di dalamnya termasuk pencarian, pemantauan kondisi geologi, pelayanan posko, dukungan psikososial, penanganan logistik, dapur umum, pendampingan pengungsi, serta evaluasi.

Penanganan darurat bencana ini melibatkan 521 personel dari berbagai instansi dan relawan. Tim melibatkan pihak BNPB, TNI dan Polri, BPBD Kabupaten dan Provinsi, tenaga kesehatan, Tim SAR, relawan, PMI, dan sebagainya.

Kebutuhan Mendesak Para Penyintas

Pengungsi atau penyintas korban longsor Banjarnegara sekarang ditempatkan di lima lokasi. Selain di rumah kerabat atau saudara, pengungsi juga berada di Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, dan Gedung Muhammadiyah.

Mengutip laporan BNPB, kebutuhan mendesak para penyintas sekarang mencakup beberapa alat, kebutuhan sehari-hari, alat kesehatan, dan layanan psikososial. Di antaranya butuh popok balita, pakaian, alat mandi, susu dan makanan anak, alas tidur, serta alat perlindungan diri.

Mereka juga membutuhkan antiseptik dan alat kebersihan untuk menunjang kesehatan di posko pengungsian. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto telah memerintahkan pihaknya untuk menuntaskan berbagai kebutuhan tersebut.

Pantau terus berbagai berita terbaru mengenai longsor Banjarnegara dan update korban terkininya melalui tautan berikut.

Kumpulan Berita Longsor

Baca juga artikel terkait TANAH LONGSOR atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Ilham Choirul Anwar