Menuju konten utama

Situasi Gunung Merapi Hari Ini 10 Oktober: 13 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-18 mm dan lama gempa 25.6-127.4 detik.

Situasi Gunung Merapi Hari Ini 10 Oktober: 13 Kali Gempa Guguran
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/2/2022).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

tirto.id - Situasi Gunung Merapi hari ini, Senin, 10 Oktober berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 13 kali gempa guguran, 16 kali gempa hybrid dan 11 kali gempa vulkanik dalam.

Berdasarkan keterangan di laman resmi magma.esdm.go.id, sampai saat ini status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu masih dinyatakan Siaga Level III.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di KabKota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 21.5-24°C. Kelembaban 77-92%. Tekanan udara 655-688 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-18 mm dan lama gempa 25.6-127.4 detik.
  • 16 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 4 mm, S-P 0.4 detik dan lama gempa 6.5 detik.
  • 11 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3-11 mm, S-P 0.3-0.9 detik dan lama gempa 7.3-11.6 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya