tirto.id - Sebuah pengajian di Bekasi dibubarkan warga lantaran dianggap sesat. Umi Cinta yang merupakan pemimpin pengajian itu menjadi viral karena dianggap mendoktrin jemaah untuk membayar Rp1 juta sebagai syarat mereka bisa masuk surga.
Warga Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat berbondong-bondong mendatangi rumah Yeni Putri, seorang warga perumahan itu juga yang berada di Blok I pada Minggu, 10 Agustus kemarin.
Warga meminta Yeni Putri atau yang juga dikenal dengan nama Umi Cinta untuk membubarkan pengajian yang digelar di rumahnya itu karena dianggap sesat.
Siapa Umi Cinta Bekasi?
Video yang memperlihatkan warga saat mendatangi rumah Yeni Putri di Blok I Perumahan Dukuh Zamrud, Kota Bekasi untuk membubarkan pengajiannya beredar luas di media sosial.
Jamaah pengajian Umi Cinta, julukan Yeni Putri secara tertib meninggalkan lokasi pengajian satu persatu. Mereka yang terdiri dari laki-laki dan perempuan terlihat tidak hanya dari kalangan muda saja, melainkan juga dari kalangan dewasa juga.
Warga Perumahan Dukuh Zamrud sampai memasang spanduk yang isinya menentang adanya pengajian di rumah Umi Cinta karena dinilai tidak mengantongi izin.
Warga curiga karena kegiatan dilakukan secara tertutup, di dalam rumah, dengan pagar terkunci. Selain itu warga juga terganggu dengan para jemaah yang parkir sembarangan dan merusak tanaman warga.
Selain tidak berizin, pengajian yang bersifat tertutup itu juga dinilai menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Adanya infak yang ditentukan jumlahnya hingga tudingan Umi Cinta telah meyakinkan jemaahnya jika tiket menuju surga dapat diperoleh hanya dengan menyetor Rp1 juta.
Ada beberapa mantan jemaah yang mundur karena merasa ada hal-hal yang tidak logis, seperti iming-iming bisa masuk surga dengan memberi Rp1 juta.
Pengajian Umi Cinta ini biasanya digelar di akhir pekan mulai pukul 05.00 hingga siang hari dan sudah berlangsung delapan tahun. Jemaah yang datang diketahui tidak hanya berasal dari Bekasi, melainkan juga dari luar kota.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































