Menuju konten utama

Siapa Pemimpin Hamas dan Perannya dalam Perang vs Israel?

Daftar pemimpin Hamas yang berperan dalam perang antara Israel.

Siapa Pemimpin Hamas dan Perannya dalam Perang vs Israel?
Warga Palestina bereaksi ketika kendaraan militer Israel terbakar setelah ditabrak oleh orang-orang bersenjata Palestina yang menyusup ke wilayah Israel selatan, di sisi perbatasan Israel-Gaza, 7 Oktober 2023. REUTERS/Mohammed Fayq Abu Mostafa

tirto.id - Hamas menggunakan pasukan unit khusus dalam melancarkan serangan yang sangat mengejutkan ke Israel pada Sabtu, 7 Oktober 2023. Siapa yang memerintahkan serangan tersebut dan siapa daftar pemimpin Hamas?

Reuters memberitakan Hamas mempunyai rencana yang panjang sebelum melakukan serangan tersebut.

Selain mengerahkan 1.000 pejuang dalam upaya penyerbuan terbesar selama beberapa dekade, mereka juga menurunkan pasukan unit khusus yang sudah terlatih untuk menerobos wilayah Israel.

Bersama sayap bersenjatanya, Brigade Izz el-Deen al-Qassam, Hamas mulai melaksanakan pelatihan sejak konflik terakhir pecah tahun 2021.

Di antara pasukan unit khusus yang dibentuk ialah unit rudal, unit angkatan udara, dan unit komando elite darat. Kemudian unit drone dan unit intelijen.

Penembakan 3.000 roket dalam serangan awal Sabtu (7/10/2023) ditengarai menjadi salah satu pengecoh untuk menimbulkan efek kejut.

Sementara para pejuang Hamas lainnya mulai menerobos pagar benteng yang mengelilingi Gaza. Mereka melancarkan operasi, termasuk pasukan gantole atau paralayang bermotor yang terbang melintasi perbatasan untuk melakukan serangan darat.

Unit komando elite darat yang berkekuatan 400 orang menghajar pagar dengan memakai bahan peledak. Mereka menyeberang menggunakan motor dan memakai buldoser untuk membuka lubang sehingga mobil bisa menerobos pagar pembatas.

Siapa Pemimpin Hamas dan Perannya dalam Perang

Profil Ismail Haniyeh

Ismail Haniyeh adalah pria kelahiran 29 Januari 1962, di kamp pengungsi Al-Shati, Gaza, Palestina. Ia masuk dalam daftar pemimpin Hamas pasca memenangkan Pemilu Palestina tahun 2006.

Haniyeh dikenal dekat dengan Syekh Ahmad Yassin, sang pendiri Hamas. Ia juga pernah belajar Sastra Arab di Universitas Islam Gaza dan lulus tahun 1987.

Pada 1988, Haniyeh ditangkap Israel dan dipenjara 6 bulan karena dituduh terlibat dalam intifada Palestina pertama melawan pendudukan Israel.

Dalam laporan BBC, Israel pernah mengusir Haniya bersama pemimpin senior Hamas lainnya, Abdel-Aziz Rantissi dan Mahmoud Zahhar ke Lebanon Selatan.

Pasca pembebasan Syekh Yassin tahun 1997, Haniya menjadi asistennya. Mereka menjadi sasaran Israel namun lolos dalam serangan udara tahun 2003 hingga rudal menghajar sebuah blok apartemen di Gaza.

Syekh Yassin kemudian tewas dalam serangan helikopter. Penerusnya, Abdel-Aziz Rantissi, juga meninggal tahun 2004.

Ismail Haniyeh kemudian dipilih sebagai pemimpin Hamas bersama Mahmoud Zahhar dan Said al-Siyam.

Kata Haniyeh, Palestina berhak melanjutkan perjuangan untuk merdeka dan ingin adanya pembicaraan untuk menyelesaikan konflik.

"Pemerintah kami tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk mencapai perdamaian yang adil di wilayah ini, mengakhiri pendudukan dan memulihkan hak-hak kami," ujar Ismail Haniyeh.

Profil Khaled Mashal

Khaled Mashal termasuk mantan pemimpin Hamas. Keluarga Mashal adalah korban Perang Enam Hari tahun 1967. Mereka mengungsi Tepi Barat dan tinggal di pengasingan negara-negara Timur Tengah.

Pria kelahiran 28 Mei 1956 itu tampil sebagai tokoh utama Hamas pasca meninggalnya Syekh Ahmad Yassin dan Abdel-Aziz Rantissi.

Ia lebih banyak tinggal di luar Palestina dan terpisah dari pemerintahan Otoritas Palestina. Selama itu, Mashal banyak melakukan penggalangan dana di luar negeri untuk kepentingan Palestina.

Israel pernah memasukkannya dalam target pembunuhan. Menurut Council on Foreign Relations, ia selamat dalam upaya percobaan pembunuhan yang dilakukan agen Israel, Mossad di Yordania tahun 1997, hingga memantik reaksi keras dari Raja Yordania.

Pada 2017, Meshaal mengundurkan diri dan digantikan Ismail Haniyeh, yang memimpin Hamas dan lebih banyak menghabiskan waktu di Jalur Gaza.

Profil MohammedDeif

Bersama Marwan Issa, Mohammed Deif adalah pemimpin sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam.

Sebelum Hamas melancarkan serangan pada Sabtu (7/10/2023), Mohammed Deif menyerukan agar warga Arab turut mengangkat senjata dan ikut melakukan perlawanan di wilayah perbatasan.

Ia pun menyamakan aksi tersebut dengan perang yang terjadi di Lebanon, Irak, dan Suriah.

Pria 58 tahun ini menyebut aksi Hamas sebagai "Operasi Badai Al-Aqsa", seraya mengatakan warga Palestina dari Yerusalem timur hingga Israel utara dapat bergabung dalam perjuangan tersebut.

"Hari ini rakyat mendapatkan kembali revolusi mereka," katanya, dalam rekaman yang dikutip via Times of India.

Baca juga artikel terkait ISRAEL HAMAS atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Politik
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra