tirto.id - Kami Rita Sherpa berhasil memecahkan rekornya sendiri setelah mencapai puncak Gunung Everest untuk ke-32 kalinya pada Minggu (17/5/2026). Kami Rita kini jadi orang yang saat ini diketahui paling banyak menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu. Berikut profilnya.
Seturut Reuters, Kami Rita sebelumnya merupakan pemegang rekor manusia yang pernah mencapai puncak Everest terbanyak dengan 31 kali pada tahun lalu. Namun, kini lelaki Nepal berusia 56 tahun itu memecahkan rekornya sendiri usai mencapai puncak untuk ke-32 kalinya pada Minggu kemarin.
Kementerian Pariwisata Nepal secara khusus memberikan selamat kepada Kami Rita atas pencapaian tersebut dalam keterangan pada Minggu. Kementerian itu menyebut Kami Rita tiba di puncak Everest untuk ke-32 kalinya pada Minggu siang pukul 10.12 waktu setempat.
Kami Rita merupakan pemandu berpengalaman di Everest. Ketika kali ini ia memecahkan rekornya sendiri, Kami Rita tengah bertugas sebagai pemandu untuk perusahaan 14 Peaks Expedition.
Rekor ini juga menandai catatan impresif Kami Rita yang selalu mencapai puncak Everest setinggi 8.849 meter di atas permukaan laut itu setiap tahun sejak pertama kali ia lakukan pada 1994 selagi memungkinkan.
Selama lebih dari dua dekade itu, Kami Rita hanya absen mendaki pada 2014, 2015, dan 2020. Pada tiga momen itu, Kami Rita tak bisa mencapai puncak Everest karena gunung itu ditutup untuk pendakian untuk alasan yang berbeda-beda.
Lantas, bagaimana profil Kami Rita Sherpa yang baru saja memecahkan rekornya sendiri sebagai manusia yang paling banyak mencapai puncak Everest?
Profil Kami Rita Sherpa
Kami Rita Sherpa merupakan seorang pemandu pendakian Gunung Everest yang melegenda. Lahir di Nepal pada 17 Januari 1970, ia merupakan manusia yang paling berpengalaman untuk menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu.
Kehidupan Kami Rita Sherpa sudah lama lekat dengan Gunung Everest. Beberapa laporan menyebut ia telah mulai mendaki gunung itu pada 1992, ketika membantu juru masak di pos pendakian Everest. Laporan yang lain menyebut, ia telah bekerja sebagai porter sejak usia 12 tahun, meski baru benar-benar melakukan perjalanan menuju puncak ketika berusia 24 tahun.
Namun, yang jelas, ia kini merupakan pemegang rekor sejagat sebagai manusia yang paling banyak menaklukkan Everest. Rekor itu membuatnya dijuluki sebagai “Everest Man”.
Kelekatannya dengan Everest tak hanya sampai di situ. Ia merupakan orang asli suku Sherpa, kelompok etnis Tibet yang menghuni pegunungan antara Nepal, India, dan Tibet-Cina.
Suku Sherpa dikenal sebagai suku yang telah lama hidup beradaptasi dengan iklim dan medan pegunungan Himalaya, termasuk Everest sebagai salah satunya. Hal ini membuat mereka kerap bekerja sebagai pemandu para pendaki di kawasan tersebut.
Sejak lama, suku Sherpa jadi kompas hidup bagi para pendaki yang ingin menaklukkan Himalaya. Terkhusus bagi Everest, Sherpa memiliki kaitan sejarah yang telah terukir abadi.
Sejarah panjang itu dimulai dari sosok Tenzing Norgay. Ia merupakan anak suku Sherpa dan kini tercatat sebagai salah satu orang pertama yang menaklukkan Everest pada 1953, bersama Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru.
Kami Rita juga terikat dengan sejarah tersebut. Tenzing Norgay dan Kami Rita sama-sama lahir di Desa Thame, Distrik Solukhumbu, Nepal. Keduanya berasal dari asal yang sama.
Kami Rita kemudian jadi salah satu anak Desa Thame yang mengikuti jejak Tenzing Norgay untuk menaklukkan Everest. Ia bekerja sebagai pemandu dan kariernya ini membawanya jadi legenda hidup bagi para pendaki.
Setiap tahun sejak 1994, Kami Rita selalu mendaki puncak Everest sebagai pemandu. Setiap keberhasilannya mencapai puncak tertinggi di Bumi itu pula membuat namanya kian disegani.
Kami Rita punya spesialisasi sebagai pemandu dataran tinggi ekstrem. Tubuhnya yang sudah terlatih dan pengetahuannya untuk bertahan hidup di ketinggian dengan kadar oksigen yang minim membuatnya dapat memandu orang lain untuk menurunkan risiko penyakit ketinggian.
Pekerjaan itu kini menjadi identitas yang tak bisa dilepaskan darinya. Dalam sebuah wawancara untuk SBS pada 2019 lalu, bapak dua anak itu menyebut akan terus mendaki selama tubuhnya masih sanggup mendaki.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





























