Menuju konten utama

Gunung Puntang di Mana, Berapa MDPL, & Apakah Cocok bagi Pemula?

Gunung Puntang memiliki jarak normal selama 3-4 jam ke puncak. Ketahui lokasi, ketinggian, dan wisata di Gunung Puntang.

Gunung Puntang di Mana, Berapa MDPL, & Apakah Cocok bagi Pemula?
ilustrasi wisata alam di Gunung Puntang. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

tirto.id - Gunung Puntang menjadi salah satu destinasi wisata dan pendakian bagi masyarakat. Lantas, Gunung Puntang berada berapa meter di atas permukaan laut (MDPL) dan apakah cocok bagi pemula? Simak ulasan lengkapnya.

Gunung Puntang terletak di wilayah Bandung Selatan, tepatnya di daerah Cimaung, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Adapun suhu di sekitar Gunung Puntang adalah rata-rata 18-23 derajat Celcius.

Gunung Puntang temasuk rangkaian Pegunungan Malabar. Lokasi tersebut dapat diakses dengan mudah baik menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Jika berangkat dari kota Bandung, jaraknya hanya 30 km ke arah selatan untuk sampai di Gunung Puntang.

Bagi pendaki pemula maupun menengah, Gunung Puntang bisa menjadi pilihan latihan yang tepat. Pendakian ke puncak mega Puntang dapat dilalui 3-4 jam dalam kondisi normal.

Lokasi Gunung Puntang dan Ketinggian MDPL

Gunung Puntang terletak di Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gunung ini termasuk dalam komplek Gunung Malabar. Kawasan Gunung Puntang dikelola secara resmi oleh Perhutani.

Gunung Puntang bisa menjadi pilihan yang cocok untuk pendaki pemula. Untuk mencapai puncak mega, pendaki perlu berjalan kurang lebih 3-4 jam. Dalam perjalanan tersebut, pendaki akan melewati 5 pos.

Salah satu momen terbaik untuk mendaki Puncak Mega yaitu saat musim kemarau. Sebab, jalur pendakian biasanya akan kering dan tidak licin. Dari atas ketinggian tersebut, para pendaki dapat melihat pemandangan matahari terbit dan menikmati suasana alam yang eksotis.

Dalam dunia pendakian, titik tertinggi atau puncak Gunung Puntang disebut Puncak Mega yang letaknya berada 2.223 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain tempat pendakian, pengelola Gunung Puntang juga menyediakan berbagai wisata lain.

Berdasarkan keterangan yang dikutip via laman resmi Perhutani.co.id, beberapa wisata yang dikelola di Kawasan Gunung Puntang yaitu susur sungai, mountain bike, berfoto, merendam kaki, hingga menjelajahi jejak kolonialisme.

Tempat ini juga memiliki area yang cukup luas dan cocok digunakan untuk area berkemah atau camping. Beberapa bumi perkemahan terbagi menjadi blok-blok terpisah. Setiap spot menyajikan suasana dan pemandangan yang berbeda.

Masing-masing wahana di Kawasan Gunung Puntang dapat dinikmati dengan tiket mulai 25 ribu hingga 300 ribu. Dengan dilengkapI pemandangan alam dan hutan pinus yang indah, Gunung Puntang juga kerap digunakan untuk syuting atau foto pre-wedding.

Kawasan wisata ini juga memiliki nilai historis yang kuat tentang kejayaan era klonialisme. Di Kawasan Gunung Puntang, terdapat puing-puing bersejarah bekas gedung megah pemancar radio terbesar di Asia Tenggara, Radio Malabar.

Radio Malabar berdiri tahun 1923 dengan dilengkapi pemancar buatan Telefunken dari Jerman berdaya 3,5 megawatt. Stasiun radio ini memiliki antena yang digunakan untuk memancarkan sinyal radio dengan panjang 2 kilometer. Atena tersebut membentang di antara gunung Malabar dan Halimun dengan ketinggian dari dasar lembah mencapai 500 meter.

Letaknya yang dikelilingi pohon pinus dan berada sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut membuat bangunan itu menjadi tempat yang strategis untuk melakukan komunikasi pada zamannya. Bangunan ini digunakan pemerintah Hindia Belanda untuk berkomunikasi langsung ke Negeri Kincir Angin.

Baca juga artikel terkait GUNUNG atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo