Menuju konten utama

Selebgram Bandung Edarkan Vape Ketamin, Apa Bahayanya Vape Ini?

Kasus vape ketamin meningkat seiring dengan mudahnya obat bius itu didapatkan. Pengaruh ketamin yang disalahgunakan bisa sampai merusak saraf.

Selebgram Bandung Edarkan Vape Ketamin, Apa Bahayanya Vape Ini?
Ilustrasi Vape. foto/istockphoto

tirto.id - Selebgram asal Bandung berinisial GA (30) ditangkap polisi karena ketahuan mengedarkan vape mengandung narkotika yang teah ditambahkan ketamin. GA disebut menjadi pengedar dan juga pengonsumsi vape narkoba ini. Namun, apa dampak vape ketamin bagi tubuh manusia?

GA ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Cimahi ketika berada di Cigadung, Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita ketamin cair sebanyak 15 mililiter serta lima buah cartridge pod.

Dalam konferensi pers di Mapolres Cimahi pada Rabu (10/6/2026), polisi menyebut bahwa penangkapan GA merupakan bagian dari pengembangan kasus yang terjadi di Cimahi. Semula polisi menangkap seorang pengedar berinisial AM di Cimahi.

Setelah jaringan operasional AM ditelisik, rupanya GA merupakan bos dari AM. GA merupakan pemilik dari vape narkoba itu, sementara AM bertindak sebagai kurir pengedar.

Polisi menyebut bahwa GA selama ini mengedarkan vape ketamin ke rekan-rekannya dan para follower di media sosial area Bandung Raya. Untuk setiap cartridge ketamin yang terjual, GA mengaku mendapatkan keuntungan Rp1 juta hingga Rp2 juta.

Akibat perbuatan ini, GA kini terjerat Pasal 435 Jo Pasal 138 ayat (2) dan/atau Pasal 436 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 145 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.

Apa Itu Ketamin dan Bahayanya Jika Disalahgunakan?

Ketamin dikenal sebagai obat medis. Zat ini umumnya digunakan sebagai obat anestesi untuk keperluan medis dan veteriner.

Pembiusan pada operasi medis baik untuk manusia atau hewan umumnya menggunakan ketamin. Selain itu, ketamin juga umum digunakan dalam terapi pengobatan penderita depresi.

Di Indoensia, ketamin digolongkan sebagai obat keras dan masuk dalam kategori Obat-Obat Tertentu. Hal ini dikarenakan sifat ketamin yang mampu menjadi halusinogen, sedasi, euphoria, hingga amnesia selama obat bekerja.

Efek-efek ketamin itu kemudian kerap disalahgunakan di luar kebutuhan medis. Oleh sejumlah orang, ketamin digunakan sebagai zat narkotika untuk memperoleh sensasi halusinasi-psikedelik.

Orang yang mengonsumi obat dengan reaksi psikedelik akan mengalami perasaan senang berlebih (euforia). Di sisi lain, ia juga mendapati pola pikirnya terganggu dan terjadi perubahan sensai di semua panca indera. Ia pun terjebak dalam halusinasi.

Cara kerja obat psikedelik adalah mengubah kerja dari senyawa kimia otak atau neurotransmiter. Bagian ini secara normal mengendalikan suasana hati pikiran, emosi, sentuhan, penglihatan hingga perilaku seksual. Jika terpapar obat psikedelik, kerja neurotransmiter terganggu sehingga memunculkan reaksi halusinasi.

Penyalahgunaan ketamin semacam itu menyimpan risiko yang berbahaya bagi tubuh. Hal ini karena penggunaan ketamin di luar kebutuhan medis tidak menerapkan batasan dan dosis yang aman.

Jika disalahgunakan ketamin dapat berdampak pada adiksi hingga kerusakan syaraf. Penggunaan tak bertanggungjawab juga dapat memicu gagal organ dalam tubuh manusia.

Penggunaan ketamin dalam jangka panjang juga kini dikaitkan dengan perubahan struktur otak. Hal ini diduga dapat berdampak pada kehilangan memori, tidak mampu berkonsentrasi, dan gangguan fungsi otak lain.

Baca juga artikel terkait ROKOK VAPE atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar