Menuju konten utama
Sumpah Pemuda

Sejarah Jong Ambon, Tokoh Pendiri, dan Peran dalam Sumpah Pemuda

Sejarah Jong Ambon tidak terlepas dari tokoh-tokoh pendiri dan perjuangan organisasinya. Berikut penjelasan tentang peran Jong Ambon dalam Sumpah Pemuda.

Sejarah Jong Ambon, Tokoh Pendiri, dan Peran dalam Sumpah Pemuda
Mahasiswa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta, Selasa (27/10/2020). Sejarah Jong Ambon tidak terlepas dari peranannya dalam Sumpah Pemuda 1928 silam. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejarah Jong Ambon sebagai organisasi kepemudaan memiliki peranan tertentu dalam peristiwa Sumpah Pemuda. Pasalnya tokoh-tokoh Jong Ambon saat itu hadir di Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, yang kemudian hasil akhirnya mengikrarkan Sumpah Pemuda.

Damansyah dan Rahman dalam Johannes Leimena Mutiara dari Maluku (2006) menyebut, organisasi Jong Ambon awalnya bergerak di bidang olahraga karena banyak anggota mereka yang menggemari sepak bola. Akan tetapi, sebagian anggota Jong Ambon kurang puas dengan fokus kegiatan tersebut.

Lahir di era pergerakan nasional, beberapa tokoh anggota Jong Ambon menganggap bahwa kegiatan di bidang pendidikan juga penting. Bentuk perjuangan Jong Ambon kemudian terpecah dua, yaitu Vereeniging Ambonsche Studenten (VAS) dan Sport en Muziek Vereeniging Jong Ambon (SVJA).

VAS adalah Jong Ambon yang bergerak di bidang pendidikan, sedangkan SVJA bergerak di bidang olahraga dan musik. Kelak, VAS inilah yang akan mewakili Jong Ambon di Kongres Pemuda I (1926) dan Kongres Pemuda II (1928).

Tokoh-Tokoh Pendiri Jong Ambon

Organisasi Jong Ambon adalah perkumpulan pemuda Ambon, Maluku. Tujuan Jong Ambon didirikan adalah untuk menyatukan para pemuda asal Maluku yang sedang berada di Batavia (sekarang Jakarta).

Sejarah berdirinya Jong Ambon ada dua versi, yaitu pada 1917 dan 1918. Terlepas perbedaan tahun tersebut, para sejarawan meyakini bahwa Jong Ambon berdiri bersamaan dengan terbentuknya organisasi pemuda kedaerahan lainnya di sekolah STOVIA.

Tokoh pendiri Jong Ambon adalah L. Tamaela dan J. Kayadu. Sementara, sosok yang menjadi ketua Jong Ambon adalah J. Kayadu. Mereka mendirikan organisasi Jong Ambon bersama dengan teman-teman mahasiswa STOVIA lainnya.

I.O. Nanulaitta dalam Mr. Johanes Latuharhary: Hasil Karya dan Pengabdiannya (2009) menjelaskan, selain L. Tamaela dan J. Kayadu, ada beberapa tokoh lainnya yang bergabung dalam Jong Ambon.

Tokoh-tokoh Jong Ambon banyak terlibat dalam peristiwa nasional, termasuk Sumpah Pemuda. Salah satu tokoh Jong Ambon yang paling terkenal adalah mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Johannes Leimena.

Berikut beberapa tokoh-tokoh pendiri dan anggota Jong Ambon:

1. J. Kayadu

J. Kayadu adalah ketua sekaligus pendiri Jong Ambon. Ia masih berstatus sebagai mahasiswa STOVIA ketika menggagas pendirian Jong Ambon bersama L. Tamaela pada masa itu.

Kayadu merupakan dokter sekaligus tokoh pejuang nasional penting asal Maluku. Selain mengetuai Jong Ambon, J. Kayadu juga memimpin organisasi pergerakan nasional Sarekat Ambon.

Mengutip situs Kemendikbud (kini Kemendikdasmen), J. Kayadu berjasa dalam menggerakkan para pemuda Maluku. Ia terlibat secara aktif dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

2. L. Tamaela

Lodewijk Tamaela atau L. Tamaela juga masih menjadi mahasiswa di STOVIA saat mendirikan Jong Ambon dengan J. Kayadu. Setelah menyelesaikan pendidikannya, L. Tamaela menjadi dokter sekaligus aktivis pergerakan nasional.

Sama seperti rekannya, ia bergabung dengan organisasi Sarekat Ambon. Ia ikut berperan dalam pergerakan di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Maluku.

3. J. Leimena

Johannes Leimena atau J. Leimena adalah tokoh Jong Ambon yang memperoleh gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Ia merupakan seorang dokter sekaligus mantan Menteri Kesehatan Indonesia era Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1947.

Masih menurut Damansyah dan Rahman, J. Leimena awalnya bergabung dengan Jong Ambon karena tertarik dengan sepak bola. Ia sudah bergabung dengan Jong Ambon bahkan sebelum menempuh pendidikan di STOVIA.

Kendati sangat menggemari sepak bola, Leimena justru bergabung dengan VAS, bukan SVJA. Ia bahkan menjadi juru kampanye VAS Jong Ambon dan mengajak adik-adik kelasnya di STOVIA untuk bergabung ke organisasi pemuda Ambon tersebut.

4. Jan Toule Soulehuwij

Jan Toule Soulehuwij adalah tokoh nasional yang juga bergabung dengan Jong Ambon. Tak hanya menjadi anggota, Jan Toule Solehuwij berperan pula sebagai ketua VAS yang bergerak di bidang pendidikan.

Melalui perannya itu, Toule Solehuwij ikut mewakili Jong Ambon dalam berbagai pertemuan pemuda. Salah satunya Kongres Pemuda I.

5. F. Loppies

F. Loppies adalah tokoh pemuda yang juga bergabung dalam Jong Ambon. F. Loppies berperan sebagai SVJA yang merupakan organisasi Jong Ambon yang bergerak di bidang olahraga dan seni.

Ia berjasa dalam menghidupkan kembali Jong Ambon usai mengalami kemunduran pada 1920-an. Berkat SVJA, banyak pemuda Ambon yang tertarik bergabung ke organisasi tersebut.

6. G. Rehatta

G. Rehatta adalah dokter lulusan STOVIA sekaligus pemain sepak bola yang bergabung dalam Jong Ambon. Ia bersama dengan anggota Jong Ambon lainnya merupakan pemain top sepak bola di era 1926-1930.

Ia dan anggota Jong Ambon lainnya mengikuti kejuaraan sepak bola yang diadakan oleh Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO). Berkat prestasinya, Jong Ambon menjadi salah satu kesebelasan sepak bola terbaik pada masa itu.

Peran Jong Ambon dalam Sumpah Pemuda

Sejarah Jong Ambon memiliki peran penting dalam peristiwa kelahiran Sumpah Pemuda. Adapun ikrar Sumpah Pemuda sendiri lahir di Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.

Kongres tersebut melibatkan sejumlah organisasi-organisasi pemuda daerah, salah satunya Jong Ambon. Dikutip dari Museum Sumpah Pemuda, hasil dari rapat Kongres Pemuda II adalah Sumpah Pemuda itu sendiri.

Sumpah Pemuda adalah ikrar yang menyatakan bahwa para pemuda Indonesia berjanji untuk berbahasa, bertumpah darah, dan berbangsa satu, yaitu Indonesia.

Melalui Sumpah Pemuda, para pemuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menjunjung tinggi persatuan dalam upaya merebut kemerdekaan. Seluruh pemuda dari berbagai organisasi yang hadir menyepakati ikrar tersebut.

Berikut ini peran Jong Ambon dalam peristiwa Sumpah Pemuda:

1. Ikut Merencanakan Kongres Pemuda I

Jong Ambon merupakan salah satu organisasi pemuda daerah yang hadir dalam Kongres Pemuda I maupun Kongres Pemuda II. Tak hanya berpartisipasi dalam kongres, Jong Ambon juga terlibat dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda I.

Rencana pelaksanaan Kongres Pemuda I berlangsung pada 15 November 1925. Saat itu, pemuda mengadakan pertemuan-pertemuan perwakilan organisasi daerah, yaitu Jong Ambon, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Sekar Rukun, dan Jong Batak.

Tolue Soulehuwij selaku ketua VAS datang mewakili Jong Ambon saat itu. Mereka berkumpul untuk merencanakan hal yang akan dibahas dalam Kongres Pemuda I. Persiapan itu berhasil sehingga Kongres Pemuda I digelar pada 30 April-2 Mei 1926.

Kesuksesan Kongres Pemuda I membuat Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) ingin melanjutkan Kongres Pemuda II pada 1928. Kongres Pemuda II inilah yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda.

2. Menjadi Panitia di Kongres Pemuda II

Jong Ambon tak hanya menjadi partisipan di Kongres Pemuda II. Pasalnya, Jong Ambon turut menyumbang panitia di kongres tersebut, yaitu J. Leimena.

Masih berdasarkan catatan Museum Sumpah Pemuda, J. Leimena berperan sebagai Pembantu IV dalam Kongres Pemuda II. Ia bekerja sama dengan panitia kongres lainnya, seperti Sugondo Djojopuspito, Djoko Marsaid, Mohammad Yamin, Amir Sjarifuddin, dan sebagainya.

3. Ikut Menyepakati Sumpah Pemuda

Teks sumpah pemuda adalah hasil dari rapat Kongres Pemuda II. Teks tersebut merupakan tulisan Moh. Yamin sebagai sekretaris dan dibacakan oleh Sugondo Djojopuspito.

Pembacaannya berlangsung saat penutupan kongres, setelah lagu "Indonesia Raya" pertama kali berkumandang. Usai Sugondo membacakan ikrar, Moh. Yamin menjelaskan secara lebih rinci terkait teks Sumpah Pemuda tersebut.

Setelah penjelasan dari Moh Yamin, seluruh peserta kongres, termasuk Jong Ambon, menyepakati Sumpah Pemuda. Mereka yang terlibat sepakat untuk menjunjung tinggi poin-poin yang terkandung dalam Sumpah Pemuda selama menjalankan kegiatan organisasinya.

Bentuk Perjuangan Jong Ambon

Sejarah Jong Ambon sebagai organisasi pemuda di era pergerakan nasional telah memperjuangkan beberapa hal. Selain aktif dalam kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda, mereka juga berjuang untuk mempererat tali persaudaraan pemuda Maluku, bergelut di bidang olahraga, seni, pendidikan, dan berupaya kooperatif agar diakui.

1. Meningkatkan Rasa Persaudaraan

Para pemuda yang berasal dari Ambon, Maluku, datang ke Batavia dan daerah Pulau Jawa lainnya untuk menjalankan pendidikan. Organisasi Jong Ambon berdiri sebagai wadah pertemuan bagi mereka.

2. Memperjuangkan Bidang Olahraga, Seni, dan Pendidikan

Jong Ambon menarik perhatian pemuda lantaran menghimpun para penggemar sepak bola dan menggunakan seni sebagai media perjuangan. Fokus kemudian bertambah ke ranah pendidikan, mengikuti langkah organisasi pemuda lain saat era pergerakan nasional Indonesia.

3. Menggunakan Metode Kooperatif

Pada masa awal, organisasi Jong Ambon memanfaatkan metode kooperatif dan bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Mereka memilih langkah ini agar bisa bergerak secara legal sebagai organisasi pemuda.

Simak berbagai informasi seputar Sumpah Pemuda dan organisasi-organisasi yang terlibat di dalamnya. Cek sejarah Jong Ambon, Jong Java, Jong Celebes, dan organisasi lain yang berperan dalam Sumpah Pemuda secara lengkap di bawah ini.

Informasi Sumpah Pemuda Terbaru

Baca juga artikel terkait SUMPAH PEMUDA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Edusains
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Yuda Prinada