Menuju konten utama

Arus Balik Lebaran: 80 Ribu Orang Masuk Bali, Gilimanuk Padat

Dalam arus balik Lebaran 2025 ini, Dishub Bali menyoroti sejumlah titik rawan kemacetan.

Arus Balik Lebaran: 80 Ribu Orang Masuk Bali, Gilimanuk Padat
Kapal PELNI yang sedang sandar di Pelabuhan Benoa untuk mengangkut pemudik, Rabu (26/03/2025). Tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk ke Bali terpantau mengalami peningkatan per Sabtu (5/04/2025) dikarenakan arus balik setelah Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bali, jumlah penumpang yang masuk ke Bali pada 3 April 2025 melalui Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah sebanyak 13.770 orang, sementara dari Terminal Internasional berjumlah 21.648 orang.

Pada hari yang sama, lonjakan penumpang yang masuk ke Bali tampak lebih jelas di pintu masuk melalui darat dan laut, yakni Pelabuhan Gilimanuk dengan jumlah penumpang masuk sejumlah 45.175 orang, Pelabuhan Padang Bai sejumlah 4.711 orang, dan Terminal Mengwi sejumlah 1.522 orang.

“Dominasi (per hari ini) melalui pintu Pelabuhan Gilimanuk dan lebih banyak yang masuk ke Bali. Perkiraan total yang masuk ke Bali secara keseluruhan kurang lebih 80 ribu orang,” ucap Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bali, I Putu Sutaryana, ketika dihubungi Tirto, Sabtu (5/04/2025).

Lonjakan penumpang yang masuk ke Bali diperkirakan akan berlangsung hingga 11 April dengan puncak arus balik pada 5 dan 6 April 2025, mengingat masyarakat akan kembali beraktivitas pada 7 April usai cuti bersama.

“Yang keluar secara keseluruhan kurang lebih 50 ribu, sehingga perkiraan kami yang akan ke Bali akan semakin meningkat mengingat rentang tanggal (arus balik) masih jauh sampai tanggal 11 April,” lanjutnya.

Dalam arus balik Lebaran 2025 ini, Dishub Bali menyoroti sejumlah titik rawan kemacetan. Menurut Sutaryana, titik atensi adalah di ruas jalan utama, simpul transportasi, dan kawasan wisata karena diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan yang melintas. Titik pertama yang menjadi atensi adalah daerah di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai, terutama di Jalan By Pass Ngurah Rai dari arah Bundaran Tahura hingga Patung Dewa Ruci.

“Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padang Bai juga menjadi atensi. Kedua pelabuhan ini menjadi titik kepadatan utama saat arus balik karena volume kendaraan dan penumpang yang tinggi dari dan menuju Jawa atau Lombok,” kata Sutaryana.

Titik-titik kemacetan parah juga terletak di jalur-jalur darat yang kerap dilalui oleh para pemudik untuk mencapai kedua pelabuhan tersebut, termasuk Pasar Bajera, Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, simpang-simpang jalan utama Tabanan-Denpasar, dan Jalan Utama By Pass Ida Bagus Mantra. Titik-titik tersebut akan diatensi secara khusus oleh Dishub tingkat kabupaten dan kota.

“Kemacetan juga sering muncul di kawasan wisata seperti Kuta, Bedugul, dan Ubud. Ini disebabkan akibat lonjakan wisatawan yang pulang atau baru datang menjelang hari libur,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2025 atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Anggun P Situmorang