Menuju konten utama

Basarnas Evakuasi Jenazah Terapung di Perairan Selat Bali

Jenazah di Perairan Selat Bali adalah I Komang Soma Merta (38), pemancing yang hilang di Perairan Perancak sejak Sabtu (22/3/2025).

Basarnas Evakuasi Jenazah Terapung di Perairan Selat Bali
Ilustrasi mayat. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Basarnas Bali mengevakuasi jenazah seorang pria yang terapung di Perairan Selat Bali tepatnya di belakang Pasar Gilimanuk, Jembrana.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, mengatakan tubuh pria tersebut ditemukan pukul 7.00 Wita, setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Warga yang melihat segera melaporkan dan meminta bantuan evakuasi, posisinya tertelungkup di antara sampah,” kata dia dikutip Antara, Sabtu (5/4/2025).

Tim Basarnas Bali yang mendapat informasi sekitar pukul 7.30 Wita langsung menggerakkan RIB yang sedang bersiap melaksanakan siaga SAR khusus Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk.

"Menemukan jenazah kurang lebih dari belakang pasar sekitar 100 meter jaraknya tepatnya di Gilimanuk, Perairan Selat Bali," ujar Dewa Hendri.

Setelah sekitar 15 menit mempersiapkan alat utama dan personel, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi penemuan jenazah.

Jenazah di Perairan Selat Bali adalah I Komang Soma Merta (38), pemancing yang hilang di Perairan Perancak sejak Sabtu (22/3/2025).

Hal ini dikonfirmasi sang istri dari atribut yang digunakan korban saat ditemukan terapung seperti celana dalam dan gelang tridatu, meski wajah dan sidik jari sudah dalam keadaan hancur, sehingga sulit dikenali.

Basarnas Bali kemudian melakukan proses evakuasi hingga pukul 8.15 Wita dan membawa jenazah pria tersebut.

“Dibawa ke RS Umum Negara menggunakan ambulans Puskesmas Gilimanuk,” kata Dewa Hendri.

Dalam evakuasi korban pencarian yang sejak dua minggu lalu itu Basarnas tak sendirian, namun dibantu Polair Polres Jembrana, Pos TNI AL Gilimanuk, Brimob Batalion C Kompi Gilimanuk, Direktorat Polair Polda Bali, KP3 Gilimanuk, Puskesmas Gilimanuk, PMI Jembrana, Lurah Gilimanuk, dan masyarakat setempat.

Baca juga artikel terkait PENEMUAN MAYAT

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang