tirto.id - Salah seorang pekerja yang menjadi korban ambruknya Jembatan Kalierang di perbatasan Desa Karangjambu dan Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, harus menjalani operasi darurat di RSUD dr Soeselo Slawi.
Korban bernama Khalal Fathuji, warga Desa Cilongok RT 03 RW 01, Kecamatan Balapulang. Ia merupakan pekerja lokal yang ikut menggarap proyek perbaikan jembatan tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Soeselo, dr Teguh Sukma, menjelaskan bahwa kondisi korban saat dibawa ke rumah sakit sudah kritis.
“Berkaitan dengan korban dari runtuhnya Jembatan Kalierang ini memang ada satu [dari lima korban] yang dilarikan ke RSUD Soeselo Slawi. Dan memang kondisinya itu cedera kepala berat,” kata Teguh saat ditemui dikanyornya, Senin, (15/9/2025).
Teguh menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pendarahan serius di otak. “Terus kemudian, dilakukan pemeriksaan penunjang ST-scan. Memang ada pendarahan di selaput otak. Jadi itu juga yang akhirnya membuat kondisi dari pasien itu tidak sadar,” ujarnya.
Melihat situasi darurat tersebut, tim medis segera melakukan tindakan operasi pada hari yang sama.
“Penanganannya itu sudah dilakukan operasi semalam. [Korban] datang sekitar jam 16.00 WIB kemudian kita lakukan operasi sekitar jam 19.00 WIB. Jadi semalam langsung operasi, ya memang kondisinya memang datang itu sudah tidak sadar,” beber Tegus.
“Ternyata di situ ada pendarahan yang cukup luas, kemudian langsung dioperasi. Saat ini kondisinya masih menunggu perbaikan pasca operasi, kondisinya di ICU. Jadi ya mudah-mudahan segera pulih,” imbuhnya.
Terkait pembiayaan perawatan, rumah sakit mengaku akan mencari solusi dengan melibatkan sejumlah instansi.
"Untuk bantuan, kita upayakan berkoordinasi dengan OPD terkait atau pembiayaan jaminan dengan kondisi seperti ini. Kita upayakan terkait itu, sementara ini kita selesaikan terlebih dahulu pasca operasi itu, penanganan kegawatdaruratannya dulu," sebutnya.
"Urusan pembiayaan itu kita sambil cari solusi, syukur-syukur masuk ke BPJS Ketenagakerjaan atau mungkin dari Baznas dan lain sebagainya. Jadi dari rumah sakit yaitu kegawatdaruratannya terlebih dahulu,” tegasnya.
Sebelumnya, Jembatan Kalierang yang menghubungkan Desa Karangjambu dan Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, ambruk pada Minggu (14/9/2025) saat masih dalam proses perbaikan.
Peristiwa itu menyebabkan empat pekerja dan satu warga terluka. “Iya, saat ini dalam proses perbaikan dan memakan anggaran sekitar Rp2,9 miliar,” ujar Majid, salah seorang warga Karangjambu.
=====
Tegalterkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































