Menuju konten utama

Jembatan Kalierang di Tegal Ambruk, 4 Pekerja & 1 Warga Luka

Proyek pembangunan ulang Jembatan Kalierang menelan anggaran sekitar Rp2,9 miliar.

Jembatan Kalierang di Tegal Ambruk, 4 Pekerja & 1 Warga Luka
Kondisi jembatan kalierang di desa Cilongok Balapulang, ambruk. Foto: Eki/tegalterkini.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jembatan Kalierang yang menjadi perbatasan antara Desa Karangjambu dan Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, ambruk pada Minggu (14/9/2025).

Ambruknya jembatan yang sedang dalam proses perbaikan itu menyebabkan empat pekerja dan satu warga mengalami luka-luka.

“Iya, saat ini dalam proses perbaikan dan memakan anggaran sekitar Rp2,9 miliar,” kata Majid, salah seorang warga Karangjambu, kepada kontributor Tirto.

Menurutnya, Jembatan Kalierang merupakan satu-satunya jalan penghubung aktivitas warga dua kecamatan, yaitu Kecamatan Balapulang dan Jatinegara.

“Harusnya ini menjadi kabar baik karena sekian lamanya ini jembatan akhirnya diperbaiki, tapi juga ini menjadi koreksi sampai ada lima korban jiwa yang mengalami luka-luka dan satu sampai dilarikan ke rumah sakit,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Raharjo, mengatakan penyebab ambruknya jembatan tersebut karena kondisi sudah tua.

“Faktor ambruknya itu karna kondisi jembatan sudah tua, padahal baut dan kontruski lain di bagian bawah tidak dicopot. Tapi, entah kenapa tiba-tiba ambruk itu juga kami belum tahu,” kata Teguh.

Teguh menambahkan, terkait dengan kondisi korban akan diberi bantuan.

“Nanti, insyaallah kami siapkan [bantuan untuk korban],” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rochman, membenarkan ambruknya Jembatan Kalierang terjadi saat proses pembongkaran.

“Jembatan sudah tua, umurnya di atas 50 tahun. Sedang tahap pembongkaran jembatan lama, di jam istirahat tiba-tiba ambruk,” kata Ischak saat dihubungi, Minggu (14/9/2025).

Ischak menegaskan bahwa proyek pembangunan Jembatan Kalierang bukan sekadar renovasi, melainkan pembongkaran total dan pembangunan ulang.

“Dibongkar total dan diganti rangka baru, pondasi dan rangka jembatan baru, serta diperlebar menjadi 5,5 meter,” jelasnya.

Dengan rencana pelebaran tersebut, Pemkab Tegal berharap akses masyarakat antardesa bisa lebih lancar sekaligus aman. Proyek pembangunan Jembatan Kalierang sendiri menelan anggaran sekitar Rp2,9 miliar.

Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor CV Cahaya Tiga Dara dengan masa pengerjaan sejak 27 Juni 2025 hingga 23 November 2025.

Jenis kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan jembatan rangka baja tipe B dengan bentang 60 meter.

=====

Tegalterkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait INFRASTRUKTUR atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Fadrik Aziz Firdausi